Author Archives: Biki Wabihamdhika

Biki Wabihamdika (Tanggerang, 1996). Biasa disapa Biki menetap di Gantuang Ciri, Solok. Ia adalah lulusan ISI Padangpanjang dengan studi Seni Karawitan. Selain proyek-proyek musik, ia juga sibuk berkegiatan bersama Gubuak Kopi. Sebelumnya, Biki juga aktif di beberapa kelompok musik seperti Ethnic Percussion Padangpanjang, Bangkang Baraka, dan Autotune Production. Selain itu ia juga pernah terlibat di ruang diskusi dwi-mingguan Otarabumalam. Ia juga merupakan kolaborator proyek seni Kurun Niaga (2019).

Lanskap Singkarak Setelah Batu Bara

Penghujung tahun 2020 kegiatan Gubuak kopi akan ditutup dengan Kurun Niaga #2. Pada tahun ini Gubuak Kopi melibatkan 7 orang seniman Anggraeni Widhiasih (Jakarta), Autonica (Yogyakarta), Verdian Rayner (Solok), Volta A Jonneva (Kinari), Teguh Wahyundri (Solok) Boynistill (Solok), BDX (Jawi-Jawi). Saya, Badri, dan Albert dalam aktivitas ini terlibat sebagai fasilitator. Teman-teman ini kita minta untuk membaca ulang jalur niaga di Sumatra Barat. Para seniman ini dibekali catatan dari proyek Kurun Kiaga tahun lalu, dan diajak ke beberapa lokasi untuk melihat lebih dekat daerah yang bersinggungan dan melihat kontur alam Solok dari ketinggian. Setiap seniman menuangkan impresinya dalam bentuk sketsa sebagai refleksi dari hasil pengamatan jalur niaga tersebut.

Continue reading

Stensil Remaja Sumatera Barat

Hari kedua workshop Remaja Bermedia dimulai pukul 10.00 WIB di kabin utama Rumah Tamera. Remaja Bermedia adalah sebuah platform literasi media untuk remaja melalui metode kesenian yang diinisiasi oleh Gubuak Kopi sejak 2017, dan tahun ini diselenggarakan secara paralel bersama Tenggara Street Art Festival. Minggu, 22 November 2020, pagi yang cerah dengan beragam warna kostum kebanggannya, para peserta duduk di kursi disambut oleh 2 orang mentor yang akan memandu jalannya workshop hari ini. Verdian Rayner lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang seorang street artis yang berdomisili di Kota Solok. Verdian juga aktif menggambar, costum paint, pin srtiping, dan produksi karya visual lainnya. Selain itu ia juga aktif menjadi vokalis di beberapa grup musik underground salah satunya Blindside yang juga sudah merilis mini album.  Ia juga memiliki ketertarikan di dunia motor custom dan D.I.Y culture lainnya.

Continue reading

Remaja Zine Tenggara

Sabtu, 21 November, Tenggara Street Art Festival berkolaborasi dengan platform Remaja Bermedia, sebuah lokakarya kreatif untuk remaja dalam memahami kerja-kerja mediasi melaui praktek seni. Para remaja juga diajak untuk mengalami proses berkesenian bersama seniman-seniman dan mentor, kemudian memproduksi karya bersama. Workshop ini merupakan sub program dari  ranggkaian kegiatan Tenggara Street Art Festival yang terjadwal dari 18-28 November Di Kota Solok. Peserta workshop ditargetkan kepada remaja-remaja Sumatra Barat, atau siswa-siswa sekolah menengah pertama/sederajat, dan sekolah menengah atas/sederajat yang ingin mempelajari proses  produksi  karya seniman residensi.

Continue reading

Migrasi Batu Lukasok

Vlog By : Biki Wabihamdika X Biahlil Badri

Gotong Royong Mengangkut Batu. Tradisi ini biasa digelar masyarakat Gantuang Ciri ketika hendak membangun fasilitas publik untuk warga kampung. Dalam video ini, warga mengankut batu-batu dari sungai Lukasok, Gantuang Ciri untuk pembangunan Masjid Nurul Huda, Kampuang Baru, Gantuang Ciri. Gotong royong ini dilakukan oleh warga yang mampu secara fisik, sementara beberapa warga menyiapkan makanan untuk makan siang bersama setelah pengangkutan batu.

Continue reading

Hari-hari Kembali ke Rumah

Hari itu adalah hari ke 6 diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta. Kabar ini kulihat di salah satu pesawat televisi swasta di rumahku. Aku sudah jarang  sekali menonton televisi, ini ku lakukan ketika pulang ke rumah. Jika di kos atau di kampus biasanya menonton aplikasi berbayar atau media sosial yang bisa diakses melalui telepon pintar ku. Aku tidak berada di Jakarta, aku berada di salah satu daerah terluar Kabupaten Solok, rimba kami langsung berbatasan dengan rimba Ibu Kota Sumatra Barat, yakni Padang.

Continue reading

LASUANG KAMBA DAN JAUH YANG DEKAT (BAGIAN II)

Sebelumnya terjadi perdebatan panas di parlemen Belanda dari tahun 1877-1887 tentang pemilihan jalur yang akan dibangun, masalah uang yang akan dikeluarkan, dan rencana pembuatan rel di Sumatera Barat akan menghubungkan pantai barat atau timur. Rencana ini menjadi perdebatan lagi dengan berbagai alasan.

Continue reading

LASUANG KAMBA DAN JAUH YANG DEKAT (Bagian I)

Sebuah negeri di balik bukit timur Kota Padang yang terkenal dengan kualitas pertanian dan emasnya. Tanah yang subur dan hasil bumi yang melimpah membuat derah ini mashur. Berita ini di sampaikan oleh Sir Thomas Stamford Raffles seorang  Inggris yang datang  pada tahun 1818 ketika mengunjungi pusat kerajaan Minangkabau. Ketika perang Napoleon beberapawilayah jajahan Belanda diserahkan pada Inggris, termasuk Sumatra Barat, hingga harus dikembalikan setelah perang urusai. Berharap dapat meyakinkan Raja Inggris untuk menguasai Minangkabau, ia membawa sejumlah rombongan dan peneliti untuk membagun kerja sama dengan para pemimpin lokal.

Continue reading

Silaturahmi di Nurul Huda

Catatan MTQ 2019 Tingkat Nagari di Kampung Baru, Gantuang Ciri, Solok.

Di tengah gonjang-ganjing pasca pemilihan presiden bulan lalu, atau sekitar dua minggu menjelang Ramadhan 1440 Hijriah, remaja Nagari Gantuang Ciri dan perwakilan perangkat pemerintahan Nagari, yang diwakili oleh KASIKESRA (Kepala seksi Kesejahteraan Rakyat), melaksanakan sebuah pertemuan di masjid raya Nagari Gantuang Ciri, Kab. Solok. Pertemuan ini membahas tentang rancangan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Nagari. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan setiap bulan Ramadhan di Nagari Gantuang Ciri. Pertemuan tersebut membuahkan beberapa hasil, antara lain: (1) Jorong Kampuang Baru atau biasa disebut Kubang menjadi tuan rumah MTQ tingkat Nagari tahun 2019 dengan lokasi kegiatan di Masjid Nurul Huda; (2) Pembukaan MTQ dimulai pada tanggal 22 Mei 2019, dan ditutup 28 Mei 2019.

Continue reading

Menuju AMR

Senin, 20 Mei 2019 saya dan teman saya Biahlil Badri atau yang biasa saya panggil Adri, memulai perjalanan dari Gantuang Ciri sekitar pukul 14.30 WIB menuju bypass – tempat bus jurusan Solok – Padang ngetem. Kami diantar oleh ayah saya, bonceng tiga naik motor bebek. Kebutulan badan kami kecil – kecil, jadi cukup muat. Di perjalanan menuju bypass kami sempat diguyur hujan. Di kenagarian Salayo, tepatnya di daerah yang bernama Kubua Harimau, hujan yang sangat deras mengakibatkan kami menghentikan sejenak perjalanan dan berteduh di sebuah warung, atau dalam bahasa Solok disebut lapau.

Continue reading