Mamboncah

Pengantar Lokakarya

LOKAKARYA DAUR SUBUR DI PADANG SIBUSUK

Daur Subur adalah sebuah paltform yang digagas oleh Gubuak Kopi dalam mengarsipkan dan memetakan kultur pertanian di Sumatera Barat melalui pendidikan media berbasis komunitas. Kegiatan ini digagas pada tahun 2017, melibatkan sejumlah partisipan dari beragam disiplin dan  komunitas. Para partisipan yang terlibat diajak untuk mengikuti lokakarya dan memproduksi karya teks, gambar, dan audio visual. Kali ini, Daur Subur digelar di Nagari Padang Sibusuk, Kabupaten Sijunjung, bekerja sama dengan komunitas pemuda lokal PKAN Padang Sibusuk.

Lokakarya ini mengembangkan pembacaan dari pola alih-fungsi lahan yang kerap dilakukan oleh masyarakat Padang Sibusuk sejak tahun 1990-an. Negeri yang sebelumnya sempat diyakini sebagai daerah lumbung padi dan desa teladan ini, kini tidak sedikit lahan sawahnya beralih pada pertambangan emas. Sebagian besar pertambangan telah menyisakan lahan-lahan mati, dan menimbulkan dampak konflik, peluang kolusi, serta perubahan sistem sosial dan ekonomi. Di sisi lain, beberapa pemilik lahan dengan pola pertambangan terkini tetap yakin bisa disawahkan kembali. Lokakarya ini melibatkan sejumlah partisipan /kolaborator dari berbagai latar disiplin, dan sebagian besar anggota PKAN. Sebagai bagian dari studi pengembangan kerja seni dan media dalam aksi pemberdayaan dan mengkritisi diri sendiri, serta upaya mendalami kebudayaan pertanian di Padang Sibusuk, dengan tetap sadar akan kearifan lokal, sejarah, dan perkembangan kontemporernya.

Waktu lokakarya: 7-18 Januari 2018
Presentasi publik: 26-27 Januari 2018
Pusat lokakarya: Kantor PKAN Padang Sibusuk

Fasilitator

Albert Rahman Putra, Delva Rahman, Muhammad Riski, Volta Ahmad Jonneva, Zekalver Muharam

Partisipan

M. Yunus Hidayat (Takasiboe, Solok Selatan), Ade Mukhlas (KSSL,Solok Selatan), Zaki Aziz (Walhi Sumatera Barat), Fani Rovika (Walhi Sumatera Barat), Fadlan Fahrozi (PKAN Padang Sibusuk), Yovi Fardhilas (PKAN Padang Sibusuk), Miftahul Rizki (PKAN Padang Sibusuk), Zeki (PKAN Padang Sibusuk), Budi Santoso (PKAN Padang Sibusuk), Hafizan (Padang)

Open Lab: Mamboncah

KURATORIAL OPEN LAB: MAMBONCAH

Mamboncah: Membasahi yang kering, memulai kembali. Demikian kami generasi kini memahami aktivitas yang biasa dilakukan petani setelah panen dan hendak menanami sawahnya kembali. Bagi kita, ia adalah kerangka filosofis yang merujuk pada aksi untuk terus berbenah dan memperbaharui ruang, atas nama masa depan yang lebih baik serta keseimbangan yang berlanjut.

Daur Subur adalah sebuah paltform yang digagas oleh Gubuak Kopi dalam mengarsipkan dan memetakan kultur pertanian di Sumatera Barat melalui pendidikan media berbasis komunitas. Kegiatan ini digagas pada tahun 2017, melibatkan sejumlah partisipan dari beragam disiplin dan komunitas. Para partisipan yang terlibat diajak untuk mengikuti lokakarya dan berkolaborasimemproduksi karya teks, gambar, dan audio visual. Kali ini, Daur Subur digelar di Nagari Padang Sibusuk, Kabupaten Sijunjung, bekerja sama dengan komunitas pemuda lokal Penggerak Kreatvitas Anak Nagari (PKAN) Padang Sibusuk.

Lokakarya ini mengembangkan pembacaan dari pola alih-fungsi lahan di Padang Sibusuk dan penyeledikan sejumlah arsip sejak awal 1990-an. Negeri yang dulunya dikenal memiliki ratusan kincir air ini, sempat beberapa kali meperoleh penghargaan sebagai desa teladan dan diyakini sebagai daerah lumbung padi, kini tidak sedikit lahan sawahnya beralih pada pertambangan emas.Terlepas dari apakah ini baik atau tidak, sebagian besar pertambangan telah menyisakan lahan-lahan tidak aktif, dan menimbulkan dampak konflik, peluang kolusi, serta perubahan sistem sosial dan ekonomi. Di sisi lain, beberapa pemilik lahan dengan pola pertambangan terkini tetap yakin bisa disawahkan kembali.

Lokakarya ini melibatkan sejumlah partisipan /kolaborator dari berbagai latar disiplin, dan sebagian besar anggota PKAN. Sebagai bagian dari studi pengembangan kerja seni dan media dalam aksi pemberdayaan dan mengkritisi diri sendiri, serta upaya mendalami kebudayaan pertanian di Padang Sibusuk, dengan tetap sadar akan kearifan lokal, sejarah, dan perkembangan kontemporernya.

Pameran yang disajikan dalam format open lab, pada dasarnya tidaklah menampilkan hasil, atau sesuatu yang telah selesai, melainkan sketsa awal, serta tampilan proses kerja studio maupun lapangan oleh kita generasi kini memahami kebudayaan pertanian di Padang Sibusuk. Selain itu, pameran ini sengaja dibuka untuk publik, sebagai upaya mengajak keterlibat publik dalam kesinambungan dan proses membaca persoalan terkini di lokasi tersebut.

 Albert Rahman Putra

26 Januari 2018

Kabar Project
Open Lab

Direalisasikan oleh