Video berikut adalah tayangan ulang dari presentasi langsung karya "Barulang" di halaman ini pada Sabtu, 26 September 2020 // 20.00 WIB!

Tentang karya "Barulang"

Dalam rangkaian residensi LLD #3, Siska Aprisia (@siskaaprisia92) berkolaborasi dengan Utari Irenza (@utarimengno) mengembangkan dua gerak silek (silat) yakni: gelek dan pitunggua. Dua gerak dasar yang selalu hadir hampir di setiap seni tari tradisi Minangkabau. Dalam studi ini, Siska dan Utari mencoba meraba kembali kehadiran dan proses pengembangan sebuah gerak dasar menjadi sebuah kontruksi gerak baru atau kemudian menjadi tarian. Gerak-gerak tersebut berkembang melalui pengulangan-pengulangan yang intens dan transisi yang halus. Proses ini juga memanfaatkan kemampuan teknologi komunikasi dan perangkat proyeksi yang ditata untuk mendukung intensitas gerakan repetitif, layer-layer canon, dan ilusi-ilusi tertentu dalam realitas data.

Tentang Seniman
Siska Aprisia
Yogyakarta/Pariaman
Siska Aprisia, biasa disapa Uni Siska atau Uniang. Lahir di Pariaman, 1992. Koreografer, penari, dan pegiat budaya yang kini berdomisili di Pariaman, Sumatera Barat. Ia merupakan pendiri Ranah Batuah, sebuah komunitas yang berfokus pada pengembangan seni di Pariaman. Saat ini siska berdomisili di Yogyakarta, terlibat sebagai fasilitator dalam pengembangan Desa Wisata dan Festival berbasis masyarakat bersama Yayasan Umar Kayam. Beberapa karya tarinya telah dipresentasikan di beberapa perhelatan seperti di Bedong Art Space (2018), Pandapha Art Space, Yogyakarta (2017), dan Nuart Sculpture Park, sebagai alumni Sasikirana Dance Camp, Bandung (2016). Selain itu, pada tahun 2019 ia juga mengikuti kolaborasi bersama Abderzak Houmi, Company Cie-xpress (France), melakukan tur pertunjukan, kolaborasi, dan workshop di beberapa kota di Paris.
Utari Irenza
Agam
Biasa disapa Ii Megno (b. Agam, 1996), adalah seorang penari dan aktor yang berbasis di Agam, Sumatera Barat. Lulusan Seni Tari, Institut Seni Indonesia Padangpanjang, dan kini juga aktif sebagai aktor bersama Bumi Purnati dan Komunitas Hitam Putih. Aktif sebagai penari bersama Komunitas Ranah Batuah. Ia terlibat dalam berbagai proyek tari dan berbagai pentas teater, antara lain: “The Journey of Life” Artistic Director Restu Kusumaningrum and Music Director Midori Takada 9th Theatre Olympics, Jepang (2019). Aktor "Under The Volcano" karya Yusril Katil, Komunitas Hitam Putih, di 7th Borobudur Writers and Cultural Festival (2018). "Bangku Kayu dan Kamu yang Tumbuh di Situ" Komunitas Hitam Putih, Sutradara Yusril Katil, Taman Budaya Jambi (2018), "Kamar Mandi Kita" Komunitas Hitam Putih, Sutradara Yusril Katil, Teater Sumatera Riau, Pekanbaru (2018). Minang Association SG, karya koregrafer Oktovianus, Singapore (2018), dan sebagai koreografer bersama Sago Art Comunity dan di pentaskan di Palu, 2017. Saat ini ia juga tengah menjalankan proyek kolaborasi studi gerak gelek bersama Siska Aprisia.

Produksi

Komunitas Gubuak Kopi, September 2020

____

Tim Kuratorial: Albert Rahman Putra (Kurator), Biahlil Badri, Volta A. Jonneva.

Fasilitator: Biki Wabihamdika, Zekalver Muharam, Veronica Putri Kirana, Verdian Rayner, Muhammad Riski “Layo"

Design Publikasi: Teguh Wahyundri

____

Tentang LLD #3

Lapuak-lapuak Dikajangi (LLD) adalah sebuah perhelatan dari kegiatan studi nilai-nilai tradisi melalui proyek seni berbasis media yang digagas oleh Komunitas Gubuak Kopi.

Terima kasih telah berkunjung

Tinggalkan kesan kamu di bawah ^^

Terima kasih telah berkunjung

Tinggalkan kesan kamu di bawah ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.