Category Archives: Daur Subur: Circumstance

Artist Talk #2 Circumstance – Setelah Berproses

Sample Text

Dua hari menuju penutupan Pameran Circumstance, 5 November 2021, malam hari nan penuh keramaian di Rumah Tamera, sedang berlangsung Artist Talk #2. Artist Talk ini dimoderatori oleh Amelia Putri dengan tiga narasumber, yaitu Zekalver Muharram, Dika Adrian, dan Taufiqurrahman Kifu. Sesuai judulnya Artist Talk, maka seluruh narasumber merupakan seniman yang berpartisipasi dalam Pameran “Circumstance”.

Artist Talk #1 – Circumstance

Sejak Rabu malam (3 November 2021), air sumur di Rumah Tamera tidak hidup, jadilah paginya kami harus membeli air satu tangki untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus. Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB, saya dan Aza membeli air ke PDAM Kota Solok. Menunggu sekitar tiga jam, mobil tangki air yang dikendarai Pak Ucil pun datang. Awalnya beliau sudah berada di jalan Lingkar Utara ini, namun karena ragu dimana keberadaan Rumah Tamera jadilah ia menelpon ke saya. “Oh, Rumah Tamera itu lokasinya Gubuak Kopi? Kalo Gubuak Kopi saya tahu” Ujar beliau di seberang telepon.

Continue reading

Sejak Rabu malam (3 November 2021), air sumur di Rumah Tamera tidak hidup, jadilah paginya kami harus membeli air satu tangki untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus. Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB, saya dan Aza membeli air ke PDAM Kota Solok. Menunggu sekitar tiga jam, mobil tangki air yang dikendarai Pak Ucil pun datang. Awalnya beliau sudah berada di jalan Lingkar Utara ini, namun karena ragu dimana keberadaan Rumah Tamera jadilah ia menelpon ke saya. “Oh, Rumah Tamera itu lokasinya Gubuak Kopi? Kalo Gubuak Kopi saya tahu” Ujar beliau di seberang telepon.

Continue reading

Mengepul Sisa dan Asa

Catatan Proses Residensi Daur Subur 2021: Circumstance

Memasuki residensi hari ke enam saya dan kawan-kawan Komunitas Gubuak Kopi disambut hangat oleh senyuman Pak Mardi, sapaan beliau ketika kami berkunjung ke sana. Pak Mardi adalah warga Kampung Jawa yang lahir di Bekasi, kemudian 2009 beliau memutuskan untuk pindah ke Kota Solok. Perjalanan Pak Mardi yang konsisten berbuah manis, beliau memiliki tempat pengepul dan pengepresan limbah dalam jumlah besar. Saya memasuki gang menuju tempat usahanya, karung-karung besar berisi botol plastik berjejer rapi di tepi jalan, sepanjang 100 m sebelum masuk ke dalam rumah pengepresan sampah milik Pak Mardi.

Continue reading

Membuat Kompos dengan Tetangga

Sore yang sejuk di Rumah Tamera, waktu yang tepat untuk berkeliling. Saya datang lagi ke markas Komunitas Gubuak Kopi ini, untuk terlibat dalam proses residensi Daur Subur 2021 dengan tema “Circumstance”. Tema ini berupa menyoroti dan menghubungkan inisiatif dan aktivitas warga, untuk sebuah keadaan yang lebih baik di masa mendatang. Hari ini saya berkunjung ke rumah-rumah warga sekitar Rumah Tamera, bersama empat orang rekan residensi Daur Subur, yakni; Badri, Zekal, Biki, dan Alfi. Kami mengunjungi rumah-rumah yang sebelumnya juga kami kunjungi. Kunjungan sebelumnya, sekitar 1 bulan yang lalu, teman-teman Komunitas Gubuak Kopi memberikan 1 botol kaca, untuk wadah kompos berukuran sekitar 200 Gr. Botol-botol ini bagian dari inisiatif teman-teman Komunitas Gubuak Kopi bersama beberapa warga Kampung Jawa, Solok, untuk membiasakan mengolah sampah sendiri langsung di dapur. Alat sederhana yang bisa langsung di letakan didapur, sehingga meminimalisir proses memisahkan.

Continue reading

Mampir Lagi di Daur Subur

Catatan Proses Residensi Daur Subur 2021

Pada Akhir Oktober 2021, Komunitas Gubuak Kopi menggelar kembali kegiatan Daur Subur yang sudah dikembangkan sejak tahun 2017. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan media berbasis komunitas dalam membaca dan memetakan isu pertanian dan lingkungan hidup, serta narasi warga dalam ruang lingkup dan budaya lokal. 

Continue reading

Dedaunan Pakde Tekno

Kamis, 21 Oktober 2021, merupakan hari ke-4 kegiatan Residensi Daur Subur di Kampung Jawa. Seperti hari sebelumnya para partisipan bergilir mengunjungi lokasi riset yang berbeda-beda. Kami pergi pada sore hari karena menunggu Pak RW yang akan mengantar kami pada salah satu tokoh masyarakat untuk bersilaturahmi. Hari ini kita mengunjungi Pakde Tekno terkait tanaman herbal dan pengobatan tradisional. Ternyata lokasi rumahnya tidak jauh dari Rumah Tamera, hanya perlu berkendara sekitar 3 menit. Jalanan menuju rumahnya cukup menjebak, karena jalan menuju sana tidak terlihat begitu jelas dan rumahnya berdiri sendiri dari jalan itu. 

Continue reading

Sisi Lain Daur Subur

Catatan Proses Residensi Daur Subur 2021

Memasuki hari ketiga residensi Daur Subur, saya bersama teman-teman Komunitas Gubuak Kopi melakukan perjalanan singkat ke beberapa tempat, kali ini menuju beberapa kedai kopi yang ada di Kota Solok. Meskipun terkendala cuaca yang gerimis, saya bersama dengan Biki dan Irvan terus menunggu sampai hujan mereda. Hingga pukul 13.15 WIB kami segera bergerak dari Rumah Tamera, markas Gubuak Kopi, menuju Naluri Coffee untuk bertemu pemiliknya, Ari. Sampai di sana ia telah menunggu kedatangan kami. Biki kemudian menjelaskan masksud sore itu, bahwa Daur Subur sedang mengumpulkan wadah tambahan untuk kompos, yang nantinya akan dibuat bersama warga Kampung Jawa. Kemudian setelah perbincangan singkat itu kami membawa sekitar 10 box bekas ice cream. Perjalanan pun dilanjutkan menuju Satu Satu Sembilan Coffee, bertemu Asep yang menyambut hangat kedatangan kami, mereka menyumbangkan 7 box serupa. Jadilah Saya, Biki dan Irvan membawa total 17 box bekas ice cream dengan gembira.

Continue reading

Ramahnya Hari Ini

Catatan Proses Residensi Daursubur 2021

Residensi Daur Subur yang diadakan Komunitas Gubuak Kopi di Rumah Tamera, Solok sedang berlangsung. Residensi ini adalah bagian dari program Daur Subur yang digagas sejak tahun 2017 lalu. Sebuah studi untuk memetakan dan mengkaji kebudayaan yang berkembang di masyarakat pertanian Sumatera Barat. Tahun ini program Daur Subur menggelar proyek khusus untuk merespon narasi kesalingkaitan keragaman budaya di Kel. Kampung Jawa, Solok, melalui metode residensi dan kolaboarasi. Proyek ini juga bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia, sebagai presentasi partisipan terpilih Kurasi Kurator Muda, yakni Albert Rahman Putra, yang juga mengkuratori proyek ini.

Continue reading