Tag Archives: Kesenian Rakyat

Kampungku Riuh (Indang Solok)

Julo-julo indang adalah pertunjukan indang secara bergantian di Nagari Gantuang Ciri, Solok. Kali ini adalah giliran kelompok indang dari Nagari Jawi-jawi yang tampil di Nagari Gantuang Ciri. Kesempatan ini juga disambut oleh warga dengan berbagai aktivitas, seperti bermain kartu dan domino.


Vlog by: Biki Wabihamdika
Gantuang Ciri, 28 Desember 2019

KIM di Batu Kubung

Kuis Iringan Musik (KIM) atau sering juga disebut-sebut sebagai Kesenian Irama Minang/Melayu, adalah salah satu skema pertunjukan musik pop lokal yang cukup populer di Sumatera Barat. Dalam pertunjukan ini vokalis akan melantunkan dendang dengan teks yang cukup fleksibel, menyesuaikan dengan angka-angka yang muncul dari tabung yang ia kocok. Lalu si pedendang akan memilih diksi yang memiliki kesemaan bunyi dalam baik-bait dendangnya. Penonton kemudian akan menandai angka yang disebutkan ke dalam kupon yang telah ia miliki. Lalu, jika semua angka yang muncul melengkapi satu baris dalam kupon, maka ia berhak mendapat hadiah.

Continue reading

Kesenian sebagai Media Pelestarian

Rabu, 6 Juni 2018 merupakan hari ke-enam Lokakarya Bakureh Project. Pagi ini setelah Sahur, beberapa partisipan lokakarya yang didampingi fasilitator berangkat menuju ke Nagari Kinari untuk mengikuti kegiatan ‘bakurehatau masyarakat lokal di sana menyebut membantai. Saat itu kawan-kawan partisipan melakukan observasi lapangan ke sana, seperti yang direkomendasikan oleh salah seorang fasilitator yang kebetulan sekali putra daerah Kinari. Kampung ini berjarak tempuh kurang lebih setengah jam dari pusat lokakarya atau Kantor Komunitas Gubuak Kopi. Continue reading

Tertawa dan Bernyanyi

Beberapa waktu lalu tim Vlog Kampuang mendapat kesempatan mengikuti konser Orkes Taman Bunga di Solok Selatan. Berikut suasana teman-teman Orkes Taman Bunga latihan menjelang penampilannya. Orkes Taman Bunga adalah salah satu jaringan kerja Gubuak Kopi, sebuah kelompok musik berbalut orkes moral yang telah melahirkan sejumlah lagu dengan cara khas mengkritik diri sendiri dengan menertawakan dan menyanyikannya dengan gembira. Kelompok ini berbasis di Padangpanjang, adalah salah kelompok musik yang paling populer di Sumatera. Continue reading

Perandai Cilik Kinari

Randai adalah salah satu ‘pamenan anak nagari’ atau kesenian yang berkembang di sebagian besar nagari di Minangkabau. Dalam kesenian ini terdapat beberapa elemen keindangan yang menarik, seperti bunyi, musik, gerak, drama, dan sastra. Lebih dari itu, dalam kesenian randai terefleksikan pula nilai-nilai sosial masyarakat Minangkabau. Menarik menyimak praktek barandai (bermain randai) di Kinari, Solok, semangat berkesenian yang kuat dan keterbatasan sarana, memancing insting kreatif lainnya. Continue reading

Dendang Memaknai Perjalanan

Suatu hari dalam sebuah bus dari Solok menuju kota Padang, bersama kami naik seorang laki-laki yang tidak mau duduk dan memilih berdiri di depan pintu. Setelah beberapa menit perjalanan, pria ini menyampaikan isyarat pada sopir bus, lalu pak sopir mematikan musiknya. Laki-laki ini mengeluarkan rabab (rebab) dari kantong plastik yang ditentengnya. Dengan sedikit kesulitan dalam posisi berdiri dan mobil bergoncang, ia mulai menggesek rebabnya. Continue reading

Nyanyi Basamo

#siaranlangsungkampuang – Nyanyi Basamo

Arsip siaran langsung kegiatan “Nyanyi Basamo: Kampuang Jao Berkaraoke” pada 4 Maret 2017 lalu.
Disiarkan langsung dari Lapangan Badminton Kelurahan Kampung Jawa, Solok.


#siaranlangsungkampuang adalah arsip video yang pernah disiarkan langsung oleh Komunitas Gubuak Kopi melalui media sosial Facebook Fans Page Komunitas Gubuak Kopi.

Mengaktivasi Perpustakaan Nagari Melalui Kesenian

Sabtu malam, 21 Januari 2017 lalu, Komunitas Gubuak Kopi bersama kelompok pemuda Kelurahan Kampung Jawa Solok, menggelar pentas kesenian remaja kelurahan di Persputakaan Nagari Kelurahan Kampung Jawa, Solok. Kegiatan ini terdiri dari pertunjukan kesenian talempong pacik, beatbox, pembacaan puisi, serta pameran gambar, mural (melukis dinding), dan buku-buku.

Perhelatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, para orang tua remaja, dan sejumlah tamu undangan, baik itu dari kalangan pegiat komunitas ataupun organisasi kepemudaan lainnya. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Bapak Riko selaku Kepala Lurah Kampung Jawa, Solok. Riko, menyampaikan kebanggannya atas keberadaan Komunitas Gubuak Kopi di Kelurahan ini, yang mampu menggerakan dan membimbing generasi muda ke arah yang positif.

Hal senada juga disampaikan oleh Haji Eri selaku tokoh masyarakat setempat yang turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut,

“kami sangat berterima kasih pada Komunitas Gubuak Kopi, telah membimbing adik-adiknya di sini, yang sebelumnya keluyuran tidak jelas, kemudian kini hadir dengan kreativitas.” Puji Haji Eri dalam sambutannya.

Dalam perhelatan tersebut hadir pula Ibu Rosmini, ketua Bundo Kanduang dan pengelola perpustakaan Nagari, yang menyampaikan terimakasih atas renovasi wajah perpustakaan yang dikerjakan oleh pegiat Komunitas Gubuak Kopi.

Albert Rahman Putra, selaku ketua Komunitas Gubuak Kopi meyebutkan bahwa, ada beberapa tujuan utama yang ingin dicapai oleh Lembaga penelitian penegembangan seni dan media ini. Di antaranya, mengaktivasi ruang publik yang dalam hal ini ada perpustakaan. Menurut Albert, Perpustakaan adalah ruang distribusi pengetahuan yang sangat strategis dalam menyebarkan pengetahuan, serta memperkuat masyarakat sipil.

“Pustaka kelurahan tidak hanya gudang penyimpanan buku, tetapi juga terminal pengetahuan, ruang untuk kita bertemu, berdiskusi, berinteraksi, berbagi informasi, dan berkreativitas, untuk itu kita ingin semua elemen masyarakat dapat terlibat dalam kegiatan ini,” Ungkap Albert saat diwawancarai.

Albert menegaskan, perpustakaan tidak hanya milik para orang tua, pemuda, tapi juga milik remaja dan anak-anak. Dari riset sebelumnya kita melihat, ada rasa malu bagi remaja kelurahan untuk berkunjung dan berkegiatan di perpustakaan. Tiga minggu sebelumnya, remaja-remaja dan anak-anak yang berhasil dijangkau, lalu dikumpulkan dan diberi penjelasan tentang potensi-potensi perpustakaan. Untuk itu lah, kakak-kakak mereka di Komunitas Gubuak Kopi membimbing remaja ini melakukan sejumlah kreativitas di perpustakaan ini, seperti membaca puisi, mural, berlatih talempong pacik, dan daur ulang. Hal ini pertama sekali bertujuan untuk menghilangkan jarak antara perpustakaan dengan mereka.

Selain itu tidak tertutup pula para orang tua untuk berkegiatan di perpustakaan. Desember lalu, Komunitas Gubuak Kopi, bersama ibu-ibu Bundo Kanduang juga berlatih talempong pacik atas inisiatif ibu-ibu ini. Serta dalam perhelatan ini, selain memamerkan karya gambar-gambar, juga memamerkan buku-buku pertanian, perkebunan, dan peternakan yang berpotensi di kelurahan ini.

“Berdasarkan riset kita sejak Agustus 2016 lalu, kita melihat potensi-potensi pertanian maupun peternakan yang dimiliki oleh kelurahan ini, dan ternyata semua referensi itu ada di perpustakaan ini.”

Kegiatan yang bertajuk “Pesta Babaliak Ka Pustaka Nagari” ini dikerjakan secara gotong royong antara Komunitas Gubuak Kopi, pemuda, dan remaja. Dalam kegiatan ini di antaranya terlibat Albert Rahman Putra selaku kurator, serta terdapat sejumlah seniman partisipan yang menyumbangkan pikiran dan waktu mereka untuk membimbing remaja Kelurahan Kampung Jawa, yakni: Volta Ahmad Joneva, Delva Rahman, Dhela Pertiwi, Raenaldi Andrean, Zola Alfiatra, Zekalver Muharam, Teguh Wahyuandri, Tiara Sasmita, Muhammad Risky, dan Rafli Hidayat.

Komunitas Gubuak Kopi adalah sebuah lembaga nirlaba yang berkerja mengembangkan pengetahuan seni dan media bagi warga, serta mengaktivasi ruang public sebagai ruang berbgai pengetahuan, melalui kegiatan kesenian dan kreatif. Organisasi ini berdiri sejak tahun 2011, berbasis di Solok dan dikelola oleh pemuda yang terdiri dari pegiat seni, penulis, jurnalis, dan mahasiswa. Sejak tahun 2016, Komunitas Gubuak Kopi berbasis di Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok.***


Artikel ini sebelumnya telah dipublikasi di media online infosumbar.net, dengan judul Komunitas Gubuak Kopi; Komunitas yang Mengaktivasi Perpustakaan Nagari Melalui Kesenian, tanggal 29 Januari 2017.

CATATAN “MERAWAT TUBUH TRADISI”

Sabtu, 04 Juni 2016, Komunitas Gubuak Kopi gelar silaturahmi seniman tradisi Solok dan Solok Selatan. Kegiatan yang diberi tajuk Merawat Tubuh Tradisi ini berlangsung di Gallery Gubuakkopi, di Kampung Jawa, Kota Solok. Kegiatan ini adalah salah satu dari agenda kuliah umum bulanan, “Kelas Warga” yang digagas Komunitas Gubuak Kopi sejak awal 2016 lalu. Kali ini bekerja sama dengan Atok Solok, Komunitas Gubuak Kopi menghubungkan kembali Solok sebagai satu wilayah kebudayaan.  Continue reading

PERKENALAN TEATER DI KAMPUNG JAWA

Sabtu, 16 April 2016, Komunitas Gubuak Kopi kembali menggelar agenda berkesenian di tengah-tengah masyarakat. Kali ini melalui program Kelas Warga yang ke tiga, dalam rangka memberi pendidikan seni dan mendekakan seni dengan masyarakat, Komunitas Gubuak Kopi bekerja sama dengan Pemuda Kampung Jawa Solok, menghadirkan “Teater di Kapung Jawa”. Kegiatan ini menghadirkan dua kelompok seni profesional untuk berbagi ilmu dengan masyarakat Kampung Jawa, Solok.

Kegiatan ini digelar di Gelanggang Gubuakkopi, atau sebelumnya dikenal halaman TK Alquran lama. Kegiatan ini dihadiri oleh warga Kota Solok dan Kampung Jawa Khususnya, dan tidak kalah, di buku tamu terilat hadir pengunjung dari Guguak Solok, Batu Sangkar, Kota Padang, Padangpanjang, dan sebagainya. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Syahroni selaku Ketua RT. Menurut bapak RT, kegiatan ini adalah gebrakan baru untuk Kampung Jawa sendiri, yang sangat awam dengan istilah yang berkaitan dengan Teater. Continue reading