Author Archives: Maria Christina Silalahi

Maria Christina Silalahi (Mei 1994), biasa disapa Maria. Mahasiswi tingkat akhir jurusan Kriminologi di Universitas Indonesia. Saat ini aktif di Rumah Kreasi Centre. Ia adalah salah satu partisipan lokakarya literasi media "Di Rantau Awak Se" yang digelar oleh Komunitas Gubuak Kopi bersama Forum Lenteng (2017).

Anjing Buru

Anjing Buru atau dalam totok lokal dibaca anjiang buru, sebutan bagi anjing-anjing yang dilatih untuk berburu babi. Kampung Jawa, Solok, adalah salah satu kelurahan yang masyarakatnya cukup banyak memelihara anjing buru. Tradisi berburu ini pada awalnya berkaitan dengan upaya para petani untuk mengusir babi yang dianggap menjadi hama di ladang mereka. Tradisi itu kini juga berkembang sebagai hobi. Agustus 2017 lalu, sebari menikmati sore di Kampung Jawa, Maria, salah seorang mahasiswa dari Jakarta berbincang dengan beberapa pemburu. Continue reading

Postingan Terkait

Kebun di Pesta Kawinan

Suatu hari, sembari menghadiri baralek (pesta pernikahan) seorang teman di Alahan Panjang, Solok, Maria menyempatkan diri sejenak menyimak perkebunan yang berada di belakang rumah. Sebagian besar penduduk di Alahan Panjang adalah petani sayur, seperti kebun cabe, bawang, kol, dan sebagainya. Menarik menyimak perkebunan yang indah sebagai sumber ekonomi utama warga dan latar yang segar foto pernikahan. Continue reading

Postingan Terkait

Pembelai Kuda Ampang Kualo

Ampang Kualo adalah nama sebuah gelanggang pacuan kuda di Solok, ia juga menjadi sebutan untuk lokasi sekitaran gelanggang yang terdapat di Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok ini. Sejak beberapa tahun terakhir, gelanggang ini kembali aktif menggelar pacuan kuda setiap tahunnya. Di sana terdapat beberapa ekor kuda pacu maupun kuda yang diberdayakan untuk transportasi bendi (delman). Suatu sore Maria mampir dan berkenalan bersama sekelompok anak-anak yang sedang bermain dengan kuda mereka. Continue reading

Postingan Terkait