Author Archives: Maria Christina Silalahi

Maria Christina Silalahi (Mei 1994), biasa disapa Maria. Mahasiswi tingkat akhir jurusan Kriminologi di Universitas Indonesia. Saat ini aktif di Rumah Kreasi Centre. Ia adalah salah satu partisipan lokakarya literasi media "Di Rantau Awak Se" yang digelar oleh Komunitas Gubuak Kopi bersama Forum Lenteng (2017).

Manyabik jo Malambuik

Ketika padi sudah menguning dan siap dipanen, terdapat sejumlah aktivitas yang dilakukan oleh petani di sawah, diantaranya: manyabik, yakni menyabit padi sebanyak genggaman dua tangan persiklusnya; lalu malambuik, yakni menghempas padi yang sudah disabit pada tongkang, untuk memisahkan padi dari batangnya. Setelah itu, padi dikipeh untuk memisahkan padi berisi dengan sampah atau yang tidak berguna. Setelah itu barulah padi dibawa ke huller (heler) untuk dijemur dan diolah menjadi beras.

Vlog by @albertrahmanp dan @mareasilalahi
Solok, 1 November 2017

Postingan Terkait

Malam di Jalan Pandan

Jalan Pandan adalah salah satu ruas jalan utama di Kota Solok, pada malam hari, jalanan ini cukup ramai dan dipenuhi dengan aneka dagangan, warga nongkrong, dan kendaraan parkir.

Vlog by @mareasilalahi
Solok, Agusutus2017

Postingan Terkait

Cerita HAM di Lampung Timur

Catatan perjalanan di Lampung Timur dalam acara Human Right Youth Camp

Di penghujung Oktober 2017 lalu, saya dan rekan saya Albert Rahman Putra berkunjung Ke Lampung Timur, memenuhi undangan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk hadir dalam rangkaian Human Rights Youth Camp 2017. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten Lampung Timur bersama Komnas Ham dan International NGO Forum on Indonesia Development (INFID). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka napak tilas sejarah di Taman Purbakala serta sosialisasi tentang Hak Asasi Manusia, yang juga berdeketan dengan hari peringatan Sumpah Pemuda. Continue reading

Anjing Buru

Anjing Buru atau dalam totok lokal dibaca anjiang buru, sebutan bagi anjing-anjing yang dilatih untuk berburu babi. Kampung Jawa, Solok, adalah salah satu kelurahan yang masyarakatnya cukup banyak memelihara anjing buru. Tradisi berburu ini pada awalnya berkaitan dengan upaya para petani untuk mengusir babi yang dianggap menjadi hama di ladang mereka. Tradisi itu kini juga berkembang sebagai hobi. Agustus 2017 lalu, sebari menikmati sore di Kampung Jawa, Maria, salah seorang mahasiswa dari Jakarta berbincang dengan beberapa pemburu. Continue reading

Postingan Terkait

Kebun di Pesta Kawinan

Suatu hari, sembari menghadiri baralek (pesta pernikahan) seorang teman di Alahan Panjang, Solok, Maria menyempatkan diri sejenak menyimak perkebunan yang berada di belakang rumah. Sebagian besar penduduk di Alahan Panjang adalah petani sayur, seperti kebun cabe, bawang, kol, dan sebagainya. Menarik menyimak perkebunan yang indah sebagai sumber ekonomi utama warga dan latar yang segar foto pernikahan. Continue reading

Postingan Terkait

Pembelai Kuda Ampang Kualo

Ampang Kualo adalah nama sebuah gelanggang pacuan kuda di Solok, ia juga menjadi sebutan untuk lokasi sekitaran gelanggang yang terdapat di Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok ini. Sejak beberapa tahun terakhir, gelanggang ini kembali aktif menggelar pacuan kuda setiap tahunnya. Di sana terdapat beberapa ekor kuda pacu maupun kuda yang diberdayakan untuk transportasi bendi (delman). Suatu sore Maria mampir dan berkenalan bersama sekelompok anak-anak yang sedang bermain dengan kuda mereka. Continue reading

Postingan Terkait