Aroma Ingatan di Pekan Kebudayaan

Aroma Ingatan adalah instalasi ruang yang terdiri dari rempah, aroma, audio, serta proyeksi teks dan cahaya, yang dipresentasikan di Pekan Kebudayaan Daerah, di Taman Budaya Sumatera Barat, Padang. Aroma Ingatan juga merupakan salah satu presentasi publik proyek riset Kurun Niaga yang dikerjakan oleh Komunitas Gubuak Kopi sejak 2019. Proyek ini menyoroti narasi persilangan budaya yang dipantik oleh interaksi dan perdagangan masa lampau.

Dua tahun terakhir, narasi mengenai rempah menjadi sangat ramai dibicarakan. Berbagai perhelatan diagendakan oleh pemangku kebijakan ataupun kelompok-kelompok masyarakat. Pemangku kebijakan dan media-media secara massive menghadirkan narasi-narasi besar mengenai kejayaan masa lampau dan kemungkinan untuk bangkit kembali sebagai produsen utama rempah. Dalam narasi besar itu, seringkali kita mengabaikan narasi kecil ataupun narasi besar lainnya yang hadir beriringan dengan kekayaan rempah ini, misalnya, akumulasi kapitalisme yang tak terkendali, perbudakan, monopoli, dan menempatkan manusia sebagai mesin-mesin produksi semata. Ada aroma yang tidak sedap tercium bersama wanginya rempah-rempah yang mempesona itu. Lalu apakah praktik ini telah habis, ataukah ia menjadi bentuk-bentuk baru?

Tahun 1992, Tommy Soeharto mendirikan Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) yang mengatur distribusi cengkeh nasional. Badan legal ini menjadi bentuk monopoli baru, seperti halnya VOC pada masa penjajahan Belanda atau EIC yang dimonopoli Inggris sebelum perang dunia kedua. BPPC secara terpusat menjadi satu-satunya badan yang mengatur penjualan cengkeh dan mempermainkan harga pasar. Atau seperti ladang jagung di Payo, Solok 5 tahun terakhir. Para petani diminta beralih ladang dari kunyit ke jagung. Perusahaan pengolahan jagung meminjamkan modal untuk puluhan petani yang akan diganti dengan hasil panen. Namun, setelah perusahaan tidak mendapatkan tender penjualan, jagung-jagung tidak dibeli, dan petani diminta untuk mengganti pinjaman uang secepatnya.

Aroma Ingatan adalah ruang konseptual untuk mengajak publik berspekulasi tentang kejayaan yang tidak hanya di permukaan. Tentang kesepakatan bahwa, perayaan ini bukanlah pengulangan cara-cara yang tidak sehat, sebaliknya merupakan proyeksi masa depan yang meletakan keselamatan dan kemanusiaan di garis depan.

Aroma Ingatan
Komunitas Gubuak Kopi, 2021

Komunitas Gubuak Kopi adalah sebuah kelompok belajar seni dan media yang berbasis di Kota Solok, sejak tahun 2011. Kelompok ini berfokus pada pengembangan seni sebagai metode riset. Serta menjembatani kolaborasi profesional (seniman, peneliti, dan penulis) dan warga dalam mendedah persoalan-persoalan budaya lokal di Solok secara khusus dan Sumatera Barat secara umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.