Open lab: Mamboncah

‘Mamboncah’ adalah rangkaian presentasi publik dari kegiatan Lokakarya Daur Subur di Padang Sibusuk, yang digelar oleh Gubuak Kopi berkolaborasi dengan komunitas Penggerak Kreativitas Anak Nagari (PKAN) Padang Sibusuk. Kegiatan yang disajikan dalam format open lab ini, menyajikan gambaran proses studi pengembangan media dalam membingkai isu-isu terkait kebudayaan pertanian di Padang Sibusuk, terutama isu terkait peralihan fungsi lahan sawah menjadi pertambangan emas, sebagai upaya memahami kebudayaan pertanian masyarakat Padang Sibusuk itu sendiri. Sebelumnya selama lokakarya, selain riset, para partisipan yang teridiri dari beragama latar belakang ini juga mendalami pemahaman terkait literasi media, lingkungan hidup, dan kesenian tradisi.

Kegiatan ini digelar di kantor PKAN Padang Sibusuk, yang sebelumnya merupakan kantor Desa Padang Sibusuk Selatan, pada tanggal 26-27 Januari 2018. Selain bingkaian isu dalam produksi media terkini, open lab ini juga menghadirkan sejumlah arsip pada masa kejayaan pertanian di Padang Sibusuk, serta menghadirkan silat dan tari kreasi, yakni tari panen, yang dimainkan oleh remaja setempat.

Fasilitator: Albert Rahman Putra, Delva Rahman, Muhammad Riski, Volta Ahmad Jonneva, Zekalver Muharam

Partisipan/kolaborator: M. Yunus Hidayat (Takasiboe, Solok Selatan), Ade Mukhlas (KSSL, Solok Selatan), Zaki Aziz (Walhi Sumatera Barat), Fani Rovika (Walhi Sumatera Barat), Fadlan Fahrozi (PKAN Padang Sibusuk), Yovi Fardhilas (PKAN Padang Sibusuk), Miftahul Rizki (PKAN Padang Sibusuk), Zeki (PKAN Padang Sibusuk), Nuzul Ichsan (PKAN Padang Sibusuk), Hafizan (Padang)

This slideshow requires JavaScript.


Lembaga Penelitian dan Pengembangan Seni dan Media Gubuak Kopi, atau lebih dikenal dengan nama Komunitas Gubuak Kopi adalah sebuah kelompok studi budaya nirlaba yang berbasis di Solok, berdiri sejak tahun 2011. Komunitas ini berfokus pada penelitian dan pengembangan pengetahuan seni dan media berbasis komunitas di lingkup lokal kota Solok, Sumatera Barat. Gubuak Kopi memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan literasi media melalui kegiatan-kegiatan kreatif, mengorganisir kolaborasi antara profesional (seniman, penulis, dan peneliti) dan warga secara partisipatif, mengembangkan media lokal dan sistem pengarsipan, serta membangun ruang alternatif bagi pengembangan kesadaran kebudayaan di tingkat lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *