Catatan Diskusi Daur Subur Akhir Bulan – Februari
Pada pukul 09:00 di Rumah Tamera sudah tersedia kopi dan teh panas ditemani makanan olahan tanaman lokal yang dibuat oleh Ibu Sofni, tetangga kami. Satu persatu teman-teman berdatangan sambil berkenalan dan mengambil posisi ternyaman di halaman belakang Rumah Tamera. Pertemuan ini dibuka oleh Biahlil Badri memperkenalkan Komunitas Gubuak Kopi, yang difokuskan pada platform Daur Subur yang awalnya dimulai dengan lokakarya Kultur Daur Subur pada 2017 dan berkembang menjadi platform dan serial project seni hingga saat ini. Pada tahun ini, Komunitas Gubuak Kopi membuat satu lagi program turunan dari platform ini, yakni “Daursubur Akhir Bulan”.
Continue reading