Tag Archives: Seni Rupa Sumatera Barat

Minang Young Artist Project: EQUALITY

Minang Young Artist Project adalah inisiatif merangkum perkembangan seni rupa terkini di Sumatera Barat melalui kegiatan pengarsipan, kolaborasi, pameran, diskusi dan simposium berkala. Proyek ini digagas oleh sejumlah kelompok seni di Sumatera Barat, antara lain: Komunitas Seni Belanak (Padang), Komunitas Gubuak Kopi (Solok), Rumah Ada Seni (Padang), Ladang Rupa (Bukittinggi), Rumah Coretan (Padang), Teras (Padangpanjang), Villa A (Padang), Begundal Rupa (Padang), Komunitas Seni Rantai (Sawahlunto), Minang Typers (Padang), Pena Hitam (Padang), Doodle Art (Padang), dan PKAN (Sijunjung). Proyek seni ini dipresentasikan dalam pagelaran seni Minang Young Artist Project – EQUALITY, yang terdiri dari pameran seni rupa, simposium, pertunjukan, workshop, kolaborasi, dan penayangan film. Diselenggarakan pada tanggal 4-18 November 2017, di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat.

Dalam kegiatan ini turut terlibat sejumlah pegiat Komunitas Gubuak Kopi, antara lain: Albert Rahman Putra, selaku kurator; Muhammad Riski, selaku Direktur Artistik; Volta Ahmad Jonneva selaku seniman; Delva Rahman, selaku seniman; Zekalver Muharam, selaku seniman. Continue reading

Equality: Titik Awal Pembacaan

Sabtu malam, 04 November 2017, di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat, yang terletak di Kota Padang, telah berlangsung pembukaan pameran Equality yang diusung oleh sejumlah kelompok seni di Sumatera Barat. Kelompok-kelompok yang terlibat ini menginisiasi lahirnya sebuah proyek bersama, yakni: Minang Young Artist Project (MYAP), sebuah wadah untuk memetakan dan membaca perkembangan seni rupa yang diprakarsai generasi muda di Sumatera Barat. Continue reading

Postingan Terkait

Gerakan Seni Lukis di Sumatera Barat

Teks ini merupakan arsip ceramah Oesman Effendi pada tahun 1976, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Artikel yang berjudul Gerakan Seni Lukis di Sumatera Barat ini dipublikasi kembali oleh Komunitas Gubuak Kopi, mengingat sebagian besar isu yang dibicarakan masih relevan untuk mengkritisi perkembangan seni rupa dan persoalan kebudayaan di Sumatera Barat saat ini. Continue reading

Postingan Terkait