Tag Archives: Ekonomi Rakyat

Mozaik di Tepian Jalan Bypass

Vlog Kampuang – Suatu sore Hafiz dan Zaekal melintas di jalur bypass Solok, menyusuri daerah sekitar Terminal Bareh Solok. Perhatian mereka tetuju pada sebuah kedai atau studio di sekitar sana. Pemilik studio itu adalah Pak Iwan, di sana ia membuat karya-karya mozaik dari serpihan-serpihan batu. Kerajinan ini cukup jarang ditemui di Solok. Pak Iwan sendiri sudah menjalankan usaha ini kurang lebih 12 tahun. Menarik menyimak aktivitas yang Pak Iwan yang kreatif ini, memanfaatkan material yang ada disekitar untuk diproduksi sebagai kerajinan. Continue reading

Postingan Terkait

Perjalanan Pinang

Siang itu, 16 Juni 2017, sehabis shalat Jumat, saya bersama seorang rekan berkunjung ke beberapa rumah warga penjemur pinang, yaitu rumah Da Eng dan rumah Buk Yen. Saya bertujuan melanjutkan observasi terkait proses pemetikan pinang, mulai dari batang sampai ke rumah si pengolah, dan berlanjut pada tempat penjualan oleh pengepul, serta observasi terkait pembuangan limbah pinang dan seterusnya. Rumah pertama yang saya kunjungi adalah rumah Buk Yen. Kebetulan siang itu Buk Yen sedang tidak di rumahnya, meskipun ada pinang yang dijemur di halaman. Jarak rumah Buk Yen dengan rumah Da Eng tidak terlalu jauh, saya langsung menuju ke rumah Da Eng. Beberapa waktu lalu, saya pernah melihat Da Eng menjemur pinang di halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Kampung Jawa, Kota Solok, yang juga tepat berada di depan rumahnya. Continue reading

Postingan Terkait

Pinang Dibelah Kering

Catatan observasi hari pertama di Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok. Observasi ini adalah bagian dari kegiatan lokakarya Kultur Daur Subur yang diselenggarakan Gubuak Kopi, pada tanggal 10-20 Juni 2017. Catatan ini ditulis oleh partisipan lokakarya.

Siang ini, Minggu 11 Juni 2017, merupakan hari observasi lapangan pertama terkait Lokakarya “Kultur, Daur, Subur” di Gubuak Kopi. Perjalanan saya awali dengan berjalan kaki bersama kawan-kawan partisipan lainnya, dari kantor Gubuak Kopi menuju rumah Buk Ami yang merupakan salah seorang pegiat Dasawisma di Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok. Rumahnya cukup asri, sejuk, dan nyaman. Pekarangannya dipenuhi berbagai jenis tumbuhan seperti: bunga hias, tanaman buah, sayur-sayuran, bumbu masak dan lain sebagainya. Continue reading

Postingan Terkait

Balanjo Pabukoan

Vlog Kampuang – Balanjo Pabukoan:  Setiap Ramadhan, beberapa titik strategis di Solok, seperti persimpangan jalan yang banyak dilewati warga ngabuburit, serta tempat bermain-main sore, atau tempat remaja-remaja berfoto dan sebagainya, akan diramaikan oleh kehadiran para pedagang takjil. Video ini merekem suasana warga sekitaran Solok yang berbelanja pabukoan (takjil) di Simpang Pustaka Nagari, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok. Sebelumnya, selain bulan puasa, biasanya di lokasi ini hanya terdapat dua dagangan di sini. Continue reading

Postingan Terkait

Dinego Tengkulak

Pertanian merupakan salah satu komoditi unggulan di Solok. Selain terkenal dengan persawahan yang luas, Solok juga dikenal dengan hasil sayuran dan buah-buahan yang melimpah, dan juga memiliki hasil yang baik jika disandingkan dengan sayuran atau buah-buahan di pasar-pasar modern seperti foodcourt. Namun, hasil tersebut tidak menggambarkan keberhasilan petani-petaninya dalam segi penghasilan. Nyatanya saja, pendapatan petani di daerah Solok masih sangat kecil dikarenakan banyaknya tengkulak atau pedagang yang membeli hasil pertanian dengan harga yang sangat rendah. Contohnya saja untuk jenis sayuran bunga bawang atau di daerah lokal disebut tombak bawang yang sering kita temui di pasar tradisional dengan harga penjualan sekitar dua sampai tiga ribu per-ikat atau kurang lebih seperempat kilogram. Sayuran ini dibeli kepada petaninya langsung oleh tengkulak seharga 10.000 per karung ukuran besar, dan itu sudah termasuk biaya transportasi yang harus dikeluarkan petaninya. Continue reading

Postingan Terkait

Menjaring Ikan Di Muara Sumpur

Menjaring adalah cara yang biasa digunakan oleh penangkapo bilih di Sumpur. Namun sekarang aktivitas ini mulai berkurang karena susahnya untuk mendapatkan ikan sejak dua tahun terakhir. Ikan bilih berkurang secra drastis, menurut para nelayan hal ini diakibatkan oleh praktik-praktik ilegal fishing disekitar lokasi ini.

Processed with VSCOcam with g3 preset

Processed with VSCOcam with g3 preset

Suasana menjaring ikan bilih di Muaro Sumpur.

silahkan baca artikel terkait di akumassa :

Bilih: Ikan Kecil  Kita yang Hampir Habis, dan Keluarganya Di Perairan Toba

___________________________________

Koleksi foto: Albert Rahman Putra (2015) | akumassa bernas

Postingan Terkait

Kawa Daun

Orang Melayu sering kali disapa sebagai peminum kopi. Setidaknya begitulah pendapat beberapa media mancanegara. Tanah Melayu pun juga dijuluki surganya kopi oleh para penjajah kita terdahulu. Tanaman kopi tumbuh subur dan hadir ke dalam gelas dengan berbagai cara dan berbagai bentuk. Ada satu jenis kopi yang jarang ditemui dikedai-kedai kopi nusantara ini. minuman Kawa Daun. Continue reading

Postingan Terkait