Category Archives: Padang Sibusuk

Koleksi Arsip Pak Kades

Pertengahan Januari 2018 lalu, Fadlan mengunjungi mantan kepala desa Padang Sibusuk Selatan di era awal 90-an. Kunjungan ini merupakan bagian dari riset lokakarya Daur Subur untuk menggali memori kejayaan masa lalu di Padang Sibusuk, baik itu di bidang olah raga, lingkungan, tradisi, dan sejumlah prestasi lainnya, serta melihat keterkaitannya dengan kebudayaan masyarakat pertanian pada masa itu. Di masa pimpinan beliau, Padang Sibusuk sempat mendapat penghargaan sebagai desa teladan tingkat provinsi, dan ia diundang oleh Kementerian Dalam Negeri untuk menerima penghargaan. Menarik membaca kembali kejayaan masa lalu, dalam melihat perkembangan situasi sosial dan perekonomian masyarakat Padang Sibusuk kini. Continue reading

Kebun Terung Pak Sukri

Pak Sukri adalah salah seorang petani di Padang Sibusuk yang memutuskan untuk terus bertani walau lahan pertanian di sekitarnya telah berubah menjadi lahan tambang emas. Ia menanam beragam jenis tanaman sayur terutama terung dan cabai. Selain itu, Pak Sukri juga menceritakan beberapa persoalan yang timbul karena tambang, baik itu masalah sosial maupun lingkungan. Tidak sedikit pertambangan di sekitar sana yang gagal, atau tekor, hingga tidak cukup uang untuk membuatnya menjadi sawah kembali. Continue reading

Ketapel Mak Etek

Banyak cara yang dilakukan petani dalam mengusir hama burung pemakan padi, salah satunya adalah “manggaro”. Namun untuk musim burung yang tidak banyak, bisa dilakukan dengan cara sederhana. Seperti yang dilakukan oleh Mak Etek, yaitu dengan ketapel, ia menjaga sawah nya dari hama burung menggunakan ketapel karena cukup ampuh menjangkau dari jarak jauh dan cara ini tidak terlalu memakan tenaga. Mak Etek dapat menjaga sawahnya dari hama sambil bermain ketapel.

Vlog by Ade Mukhlas
Padang Sibusuk, 11 Januari 2018

Vlog ini bagian dari edisi khusus lokakarya Daur Subur di Padang Sibusuk, oleh Gubuak Kopi dan PKAN.

Tembak-tembak di Batang Aia

Sepulang sekolah Edo dan Teguh mempersiapkan alat pancing yang biasa ia sebut “tembak-tembak”. Alat ini merupakan salah satu dari beragam jenis penangkap ikan yang biasa dipakai oleh warga. “Tembak-tembak” bukanlah alat rutin untuk menangkap ikan, tapi biasa dipakai petani sepulang ke sawah sambil membersihkan badan, atau anak-anak sepulang sekolah sambil bermain di sungai. Alat penembak ini berbobot ringan dan mudah dibawa kemana-mana, terbuat dari kayu dan pelontar besi. Didesain menyerupai senapan, dapat dibawa dengan cara disandang atau diselipkan pada pinggang. Continue reading

Main ka Sawah

Ada beberapa hal yang menarik di persawahan di Padang Sibusuk, selain sawah yang bagus, di sana juga terdapat sejumlah kincir air yang tekonlogis untuk mengairi sawah, ternak-ternak yang lepas, ladang terong, sungai yang masih mengalir, dan sejumlah lahan kering semak berduri pasca tambang emas, yang dulunya adalah sawah-sawah.

Vlog by Zaki
Padang Sibusuk, 9 Januari 2018

Vlog ini bagian dari edisi khusus lokakarya Daur Subur di Padang Sibusuk, oleh Gubuak Kopi dan PKAN.

Bukan Jalan-jalan Biasa

Di hari kedua Lokakarya Daur Subur di Padang Sibusuk, Fani dan beberapa partisipan lainnya berkeliling di Negeri Padang Sibusuk, yang menjadi wilayah riset. Sembari menikmati keindahan alam, dan kincir air. Serta sembari melewati jalur bekas kereta api, Fani dan kawan-kawan juga menyimak kerusakan-kerusakan yang terjadi bersama keindahan itu. Continue reading

Tembakau Taram di Padang Sibusuk

Padang Sibusuk adalah salah satu Nagari di Kabupaten Sijunjung. Di sini terdapat sebuah pasar pekan atau pasar mingguan, yang digelar setiap hari Selasa. Pasar ini biasanya akan menjajakan hasil-hasil pertanian warga sektiaran Padang Sibusuk, selain itu ada juga yang menjajakan barang-barang kebutuhan umum seperti pakaian, alat-alat rumah tangga, dan sebagainnya. Mereka datang dari Solok, Sawahlunto, dan sebagainya. Salah satunya yang juga bisa kita temui di Padang Sibusuk, adalah hasil perkebunan dari negeri Payakumbuh, yakni tembakau Taram. Continue reading

Kering di Seberang Kincia

Di Jorong Tapi Balai dulunya terdapat hamparan sawah yang luas mengikuti aliran sungai. Di sana dulunya juga terdapat banyak kincir air. Beberapa tahun terakhir kincir sudah semakin jarang kita temui. Selain karena banyak petani yang memilih menggunakan mesin, banyak juga sawah-sawah di sekitaran lokasi itu telah kering karena ditambangi emas. Siang, itu kami mengunjungi beberapa kincir yang masih berjalan. Continue reading

Kincia di Pulau Masojik

Pulau Masojik adalah sebutan untuk sebuah kampung kecil di Padang Sibusuk, Kab. Sijunjung. Di sana dulunya terdapat banyak kincir air, untuk mengaliri air dari sungai ke sawah. Beberapa tahun terakhir kincir sudah semakin jarang kita temui. Selain karena banyak petani yang memilih menggunakan mesin, banyak juga sawah-sawah di sekitaran lokasi itu telah kering karena ditambangi emas. Continue reading