Category Archives: Kampung Jawa

Pak Badut

Pak Badut adalah salah seorang musisi yang cukup dikenal oleh banyak anak-anak di Solok. Sejak tahun 2008, ia sudah berkeliling menyanyikan lagu ciptaannya untuk menghibur anak-anak di Solok. Sebagian besar anak-anak juga hampir hafal lagu-lagu yang ia ciptakan itu. Lagu-lagu itu pun mengandung pendidikan untuk anak-anak itu sendiri, semisal, agar tidak bangun siang, rajin makan, mendengarkan nasehat orang tua, dan sebagainya. Continue reading

Main Kotak Pos

Kotak Pos, adalah salah satu nama permainan anak-anak yang masih berkembang di Solok. Permainan yang sarat musikal ini sudah cukup lama terdengar, di sini anak-anak melempar dan menjawab pertanyaan sebagai tantangan menguji pengetahuan umum mereka. Jawaban-jawaban selalu menyesuaikan dengan perkembangan terkini, baik itu yang mereka peroleh dari pergaulan, media massa, dan lainnya. Beberapa waktu lalu, sejumlah adik-adik dari Kampung Jawa, Solok, memainkannya di Galeri Gubuak Kopi. Continue reading

Manggaro di Ampang Kualo

Vlog Kampuang – Manggaro di Ampang Kualo. Kalau padi sudah mulai berbuah, dan jika musim burung (pipit) tiba, para petani biasanya akan memasang instalasi pengusir burung di sawah mereka. Bentuk instalasinya pun bermacam-macam, orang-orangan sawah, gantungan kaleng, seng, plastik, dan lainnya. Benda-benda ini ditancap di tiang bambu atau kayu, terhubung dengan tali yang mudah untuk ditarik dari satu titik. Di Solok, dan di Sumatera Barat secara umum, aktivitas ini disebut ‘manggaro’. Pada masa sekarang, untuk mengatasi burung yang menjadi hama padi ini sudah beragam, baik itu menggunakan jaring yang mengatapi sawah ataupun teknologi kreatif lainnya. Namun, menarik menyimak praktek manggaro, dengan potensi visual dan bunyi-bunyiannya. Beberapa waktu lalu, Hafizan, salah seorang partisipan lokakarya Lapuak-lapuak Dikajangi, bersama Zaekal menyimak salah satu praktek manggaro di Ampang Kualo, Solok. Silahkan disimak.

Vlog by Hafizan
Ampang Kualo, 21 September 2017

Kolam Lindi

Vlog Kampuang – Kolam Lindi

Lindi adalah cairan yang merembes dari tumpukan sampah. Ia adalah hasil dari proses pelarutan dan pembusukan materi yang bisa larut oleh aktivitas mikroba setelah ia terkena air, termasuk air hujan, yang masuk ke dalam tumpukan sampah itu. Kolam lindi biasanya kita temui di komplek Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Cairan lindi mengandung zat-zat yang dapat membantu pertumbuhan bakteri. Jika ia dikelola dengan baik, lindi dapat berfungsi sebagai pupuk cair dan biogas. Juni 2017, lalu Amathia Rizqyani, datang ke TPA Regional Kota Solok, dan menyimak langsung kondisi kolam lindi di sana bersama salah seorang pegawai TPA. Continue reading

Anjing Buru

Anjing Buru atau dalam totok lokal dibaca anjiang buru, sebutan bagi anjing-anjing yang dilatih untuk berburu babi. Kampung Jawa, Solok, adalah salah satu kelurahan yang masyarakatnya cukup banyak memelihara anjing buru. Tradisi berburu ini pada awalnya berkaitan dengan upaya para petani untuk mengusir babi yang dianggap menjadi hama di ladang mereka. Tradisi itu kini juga berkembang sebagai hobi. Agustus 2017 lalu, sebari menikmati sore di Kampung Jawa, Maria, salah seorang mahasiswa dari Jakarta berbincang dengan beberapa pemburu. Continue reading

Pembelai Kuda Ampang Kualo

Ampang Kualo adalah nama sebuah gelanggang pacuan kuda di Solok, ia juga menjadi sebutan untuk lokasi sekitaran gelanggang yang terdapat di Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok ini. Sejak beberapa tahun terakhir, gelanggang ini kembali aktif menggelar pacuan kuda setiap tahunnya. Di sana terdapat beberapa ekor kuda pacu maupun kuda yang diberdayakan untuk transportasi bendi (delman). Suatu sore Maria mampir dan berkenalan bersama sekelompok anak-anak yang sedang bermain dengan kuda mereka. Continue reading

Timbangan Sampah

Vlog Kampuang – Timbangan Sampah

Juni 2017 lalu, Datuak, Ogy, dan beberapa teman lainnya berkunjung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Solok. Salah satu hal menarik perhatian mereka adalah proses penimbangan mobil truk sampah yang masuk ke TPA. Sembari menggali informasi, mereka dipersilahkan untuk melihat langsung cara kerja penimbangan itu bersama petugas. Sambil mencermati proses itu, sejumlah pertanyaan juga dilemparkan Datuak untuk memancing pandangan-pandangan petugas sampah sendiri tentang persoalan sampah di Solok. Continue reading

Cerita Buk Ida

Buk Ida adalah seorang warga di Kampung Jawa, Kota Solok yang tinggal tak jauh dari pelintasan rel kereta api. Suatu sore, Intan bertemu Ibu Ida, dan memulai obrolan singkat tentang sampah-sampah yang berserakan di sekitaran bagunan bekas bak sampah dan tentang ide-ide memanfaatkan lahan kereta yang tidak aktif, untuk dijadikan taman. Continue reading

Gudang Daur Subur

Vlog Kampuang – Gudang Daur Subur

Masih dalam rangkaian Lokakarya Media: Kultur Daur Subur, Ogy dan Zaekal bertandang ke Bank Sampah Rizky dan tempat pengolahan pupuk kompos yang berada dalam komplek Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kota Solok. Di sana kita bertemu Ibu Rizky. Dengan senang hati ia berbagi cerita tentang pengolahan sampah ini. Continue reading

Tong Sampah dan Taman Bidadari

Selama melakukan observasi di Taman Bidadari Ogy tertarik menyimak keadaan tempat sampah di sana. Ia menemukan tempat sampah yang sudah tidak lagi berada pada tempatnya. Selain itu obrolan singkat bersama seorang yang sedang membawa anjingnya jalan-jalan, memberikan gambaran singkat tentang asiknya singgah di sana walau fasilitasnya kurang baik. Continue reading