Category Archives: Poster

Penayangan Asrama Dara

Sabtu, 23 September 2017
20.00 WIB
Di Simpang Kamboja, Kampuang Jao, Kota Solok.

________________

Asrama Dara, Usmar Ismail, 1958.
125 Menit // Bahasa Indonesia // subteks: English.

Asrama Dara adalah sekumpulan persoalan kebudayaan dalam menghadapi transisi kebudayaan modern di awal-awal kemerdekaan Indonesia. Persoalan ini dibahas dengan semangat maju melalui presepektif sekelompok wanita dengan latar masalah yang berbeda yang tinggal di satu atap.

Lokakarya Literasi Media: Lapuak-lapuak Dikajangi

18-30 September 2017
Di Galeri Gubuak Kopi

Lokakarya ini merupakan bagian dari program Daur Subur, yang digagas oleh Gubuak Kopi dalam mengarsipkan dan membaca kultur pertanian dalam lingkup lokal. Kegiatan ini secara khusus membahas posisi kesenian (tradisi) di masyarakat pertanian Minangkabau, serta mengembangkan praktek pelestarian kesenian tradisi melalui kerja multimedia, dengan tetap sadar akan sejarah kebudayaan lokal dan perkembangan terkininya.

Baca juga: Pengantar “Lapuak-lapuak Dikajangi”

Untuk memperkaya pembacaan isu terkait lokakarya ini, Gubuak Kopi menghadirkan sejumlah narasumber, yakni:

 

Delva Rahman, adalah salah satu pegiat di Komunitas Gubuak Kopi, aktif sebagai Sekretaris Umum. Ia aktif menari di Ayeq Mapletone Company, sebuah kelompok tari yang berdomisili di Padang, Sumatera Barat. Pernah terlibat dalam lokakarya literasi media “Di Rantau Awak Se”, oleh Gubuak Kopi dan Forum Lenteng (2017). Partisipan lokakarya video performance bersama Oliver Husain (2017). Pernah terlibat dalam pertunjukan “Perempuan Membaca Kartini” karya sutradara Irawita Paseban di Gudang Sarinah Ekosistem (2017). Ia juga merupakan salah satu pembicara dalam forum komunitas Malang Film Festival (2017). Dalam sesi ini Delva akan memaparkan sejarah perkembangan media dan seni rupa sebagai umpan diskusi kita melihat praktek media yang ideal.

 


Muhammad Risky, adalah salah satu pegiat di Komunitas Gubuak Kopi, aktif sebagai pengarsip. Saat ini sedang menempuh studi di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang (UNP). Terlibat dalam lokakarya media “Di Rantau Awak Se”, oleh Gubuak Kopi dan Forum Lenteng. Selain itu ia juga aktif memproduksi karya seni mural dan stensil dan sibuk menggarap Minang Young Artist Project selaku ketua. Dalam sesi ini, Risky akan mengerucutkan pembacaan pada kehadirkan seni video dan seni media dalam sebagai counter dari sifat konsumerisme dan aksi aktivisme.

 


Albert Rahman Putra, lulusan Jurusan Seni Karawitan, Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Dia adalah pendiri Komunitas Gubuak Kopi dan kini menjabat sebagai Ketua Umum. Albert aktif sebagai penulis di akumassa.org. Pernah terlibat dalam Proyek Seni DIORAMA Forum Lenteng. Ia juga memiliki minat dalam kajian yang berkaitan dengan media, musik, dan sejarah lokal Sumatera Barat. Dalam sesi ini Albert akan menerangkan kerangka awal munculnya projek ini, serta kesaling-kaitan antara media, kesenian tradisi lokal, dan motif-motif pelestarian.

 


 

Rika Wirandi, penulis lepas dan periset di bidang seni pertunjukan, musik populer, dan musik ritual. Saat ini ia tengah sibuk mengumpulkan dokumen, manuskrip, buku, majalah, koran, foto-foto, poster, alat tukar kertas (terutama uang kertas masa revolusi PDRI dan masa pemberontakan PRRI) dan koin, serta benda-benda audio-visual yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan di Sumatera Barat. Benda sejarah tersebut ia kumpulkan untuk galeri dan pustaka yang didirikannya sejak tahun 2012, yakni: Poestaka Noesantara. Secara khusus juga melakukan pengarsipan literatur-literatur yang berkaitan dengan seni pertunjukan dari masa kolonial hingga reformasi. Penulis dengan titel master kajian seni pertunjukan dari Pascasarjana ISI Padangpanjang ini, baru saja menyelesaikan sebuah tesis terkait tradisi penangkapan harimau di Panyakalan, Solok. Dalam sesi ini, Rika diharapkan dapat memparkan konstruksi kehadiran tradisi ini di tengah-tengah masyarakat yang sangat akrab dengan pertanian.


 

Jhori Andela akrap disapa Ade Jhori, adalah seorang musisi dan komposer lulusan pascasarjana dari ISI Padangpanjang, dengan minat studi Penciptaan Musik Nusantara (2014). Sejak tahun 2008 sampai sekarang aktif menggeluti musik, dengan mengembangkan kekuatan musik tradisional, khususnya Minangkabau dengan kesadaran teknologis dan multimedia. Sehari-hari, ia juga beraktivitas sebagai audio enginner  di ISI Padangpanjang. Dasar ilmu audio dan kesibukannya sebagai soundman di berbagai pertunjukan, memperkaya kemampuannya dan membantunya untuk menciptakan karya-karya baru. Ia tidak hanya sebagai komposer atas karya musiknya, tetapi ia juga aktif sebagai komposer musik tari, musik film, arransemen musik, dan lainnya. Dalam sesi ini, Ade diharapkan dapat menjabarkan motif-motif (alasan/pola) penciptaan karya terkini dengan kesadaran teknologis.


Info
// ig: @gubuakkopi // fb: Komunitas Gubuak Kopi
// www.gubuakkopi.id

Postingan Terkait

Penayangan dan Diskusi Film: Video Out OK. Pangan

Pada perhelatan OK. Video – Indonesia Media Arts Festival 2017 yang bertajuk OK. Pangan ini, Gubuak Kopi bersama OK. Video berkolaborasi menyelenggarakan sub-program festival: Video Out. Melalui program ini kita melakukan penayangan dan diskusi film. Film-film yang ditayangkan dalam program ini merepresentasikan persoalan pangan, mulai dari diskursus kebijakan hingga persoalan-persoalan yang dekat dengan kejadian sehari-hari, dalam konteks estetika. Penayangan ini dikuratori oleh Manshur Zikri, silahkan baca pengantar kuratorialnya di sini. Continue reading

Postingan Terkait

Penayangan Rashomon

Rashomon (1950), adalah salah satu karya Akira Kurosawa yang diakui secara kritik dan riset, sebagai filem yang berperan penting dalam perkembangan sinema dunia. Bahasa filem yang disajikannya turut merevolusi bahasa filem dan mengangkat sinema Jepang di dunia.

Rashomon, berkisah tentang empat orang yang memberikan keterangan tentang pembunuhan seorang pria dan pemerkosaan istrinya. Narasi ini dikemas oleh Kurosawa dengan penggunaan kisah kilas balik yang baik dari setiap keterangan berbeda. Kisah ini dengan bahasa filem yang khas, menarik untuk merefleksi sifat manusia yang sering kali tidak jujur dengan diri sendiri, menyelediki sifat kebenaran, makna keadilan, dan kubudayaan Jepang itu sendiri.

88 Menit / subteks: Bahasa Indonesia
GRATIS

Tayang pada:
Sabtu, 22 Juli 2017
20.00 Wib
di Halaman Gubuak Kopi
Jl. Yos Sudarso, no 427, Kampuang Jao, Kota Solok
.
www.gubuakkopi.id

 

Open Lab: Daur Subur

Daur Subur adalah pengembangan praktek media kreatif berbasis komunitas yang digagas oleh Gubuak Kopi, dalam mengarsipkan dan membaca perkembangan kultur pertanian di Solok, secara khusus dan Sumatera Barat secara umum. Program ini dikembangkan melalui lokakarya dengan melibatkan para partisipan dari beberapa komunitas dan beragam latar pendidikan. Para partisipan selama lokakarya mendapat kuliah-kuliah umum dari lintas disiplin untuk memperkaya pembacaan isu. Continue reading

Postingan Terkait

Sinema di Pojok Kampung Kita

Dalam rangka merayakan Hari Film Nasional 2017, Komunitas Gubuak Kopi bersama Pusat Pengembangan (Pusbang) Film Kementrian Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia, serta melibatkan Organisasi Pemuda Kelurahan Kampung Jawa Solok, menggelar perayaan dalam bentuk penayangan khusus, dengan tajuk “Sinema di Pojok Kampung Kita” tema ini dipilih spesifik oleh Komunitas Gubuak Kopi, mengajak para penikmat dan pegiat filem ikut menyoroti situasi perkembangan sinema di perkampungan sekalipun, perkampungan yang tidak bisa pula pungkiri sebagai bagian dari wajah nasional.

Dalam kesempatan ini, Komunitas Gubuak Kopi bersama panitia hari film nasional Pusbang Film Kemendikbud RI, telah menyiapkan beberapa filem yang menarik untuk umpan pembacaan, apa itu filem dan sinema nasional. Continue reading

Postingan Terkait

Workshop Video Performance Bersama Oliver Husain

Pada kesempatan kali ini, Oliver Husain, pembuat filem, seniman video, dan peformance asal Kanada, akan berbagi bersama kita mengenai praktik yang pernah ia lakukan. Sekaligus pada kesempatan ini akan diajak untuk memproduksi karya video performance bersama-sama, dengan memanfaatkan teknologi telepon genggam dan lainnya.

Senin, 13 Maret 2017

10.00 WIB & 15.00 WIB

di GALERI GUBUAKKOPI

(Jalan Yos Sudarso, no 427, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok)


Oliver Husain adalah pembuat filem, seniman video dan performance asal Kanada, yang fokus pada gagasan-gagasan sinematik.

Silahkan hadir.

Postingan Terkait

Di Rantau Awak Se

Komunitas Gubuak Kopi menyelenggarakan acara bertajuk “Di Rantau Awak Se: Presentasi Publik dan Open Studio” lokakarya literasi media. Kegiatan ini mengajak para partisipan untuk memahami lebih dalam sejarah perkembangan media dan kemungkinan eksplorasi mediumnya dalam membingkai persoalan-persoalan lokal. Selama berproses, para partisipan juga melakukan produksi karya berupa video, gambar, audio, dan teks. Karya-karya tersebut mengedepankan perspektif partisipan sendiri sebagai warga dalam menanggapi fenomena sosial yang ada di sekeliling, Solok. Dalam proses membingkai tersebut para partispan dituntut aktif melakukan interaksi dengan orang-orang di sekitarnya. Mendalami narasi-narasi kecil dan peristiwa massa sesuai dengan konteks sejarah dan perkembangan terkini. Dalam kegiatan presentasi ini, kita mengangkat tema “Rantau”, ditarik dari bingkaian para partisipan dalam melihat pola tradisi merantau yang ada di Solok, baik itu yang dilakukan oleh para perantau Solok, maupun orang merantau ke Solok.

Sabtu, 11 Maret 2017
15.00 – 23.00 WIB
Di Gallery Gubuakkopi
Jalan Yos Sudarso, No. 427, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok, Sumatera Barat. 27323.

Kegiatan direalisasikan oleh Komunitas Gubuak Kopi dan Forum Lenteng lewat Program AKUMASSA.

Partisipan Lokakarya
Albert Rahman Putra, Delva Rahman, Maria Christina Silalahi, Muhamma Risky, Raenaldy Andrean, Tiara Sasmita, Volta Ahmad Jonneva, Zekalver Muharam.

Fasilitator
Manshur Zikri, Otty Widasari, Soemantri Gelar, dan Muhamad Fauzan Chaniago


AKUMASSA adalah sebuah program pemberdayaan media yang digagas oleh Forum Lenteng sejak tahun 2008, berkolaborasi dengan komunitas-komunitas lokal di beberapa daerah di Indonesia untuk melaksanakan lokakarya dan memproduksi beragam bentuk media komunikasi (tulisan, gambar/foto, audio, dan video).

Forum Lenteng merupakan organisasi nirlaba egaliter sebagai sarana pengembangan studi sosial dan budaya yang didirikan oleh mahasiswa komunikasi, pekerja seni, periset dan pengamat kebudayaan pada tahun 2003. Forum ini didirikan sebagai usaha pengembangan pengetahuan media dan seni para anggotanya, dengan cara; produksi, pendokumentasian, riset dan distribusi terbuka. Pengembangan pengetahuan ini menjadi pijakan bagi komunitas untuk membicarakan persoalan sosial masyarakat melalui seni dan media. Setelah duabelas tahun berdiri, forum ini telah berkembang dalam berbagai program atas dukungan kerjasama dengan berbagai lembaga dan komunitas di Indonesia dan internasional.

Postingan Terkait

Pencuri Sepeda

Pencuri Sepeda (Bicycle Thief/Ladri di biciclette) adalah salah satu filem karya Vittorio De Sica yang sering disebut sebagai salah satu filem terbaik sepanjang masa. Pencuri Sepeda dirilis 1948/1949 di Italia. Berlatar situasi politik pasca-perang yang menyebabkan munculnya berbagai krisis  di Italia. Filem ini juga menjadi salah satu karya yang sering kali dibaca sebagai salah satu capaian terbaik dari gerakan neorealisme di Italia pasca-perang dunia.Dalam filem Pencuri Sepeda ini, kita akan melihat semangat optimisme dari para pegiat filem Italia yang bangkit dari keterpurukan pasca-perang. Mengkritisi sikap-sikap pesimis, agama, dan kebudayaan lama, serta kekacauan infrastuktur dan kemiskinan sebagai dampak dari perang.

_______

Pencuri Sepeda (Bicycle Thief, 1949)

Director: Vittorio De Sica

93 menit, Italia, subteks Bahasa Indonesia.

 

Minggu, 05 Februari 2017

20.00 Wib

Gallery Gubuakkopi

(Jln. Yos Sudarso, no 427, Kampuang Jao, Kota Solok)

Continue reading

Postingan Terkait

NONTON KRITIK ALA SI TUKANG KIBUL

Pada penayangan Sinema Pojok kali ini, Komunitas Gubuak Kopi mengajak warga untuk bernostalgia menonton salah satu karya filem Nawi Ismail yang berjudul Benyamin Tukang Ngibul. Filem komedi ini dirilis pada masa orde baru, tahun 1975, masa-masa ketika kritik selalu dibungkam. Dalam penayangan kali ini kita menganggap Nawi Ismail juga merupakan salah satu nama yang menarik untuk dibaca dalam perkembangan sinema di Indonesia, di luar nama-nama agung seperti Usmar Ismail, Teguh Karya, Sjumandjaja, Djajakusuma, dan lainnya.

Nawi Ismail, sejak 1950-1980-an telah menyutradarai puluhan filem dan mengangkat aktor-aktor seperti Dicky Zulkarnaen dan Benyamin Sueb menjadi populer lewat filem “Si Pitung” dan filem lainnya yang bertajuk drama, komedi, dan laga. Nawi, sebelumnya jugamembuat beberap filem yang terinpirasi dari cerita-cerita populer dari barat seperti, Koboi dan Djanggo. Film-filem tersebut diantaranya juga memuat persoalan-persoalan yang dekat dengan indonesia kala itu, seperti masalah urbanisasi, penggusuran, KKN, dan lainnya. Ditangan Nawi, baik itu heroik-heroik ala barat, persoalan politik direzim diktator, dan lainnya menjadi menarik untuk diingat dan ditertawakan. Continue reading

Postingan Terkait