Author Archives: Volta Ahmad Jonneva

Volta Ahmad Jonneva (Kinari, 16 Mei 1995) adalah mahasiswa Jurusan Senirupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang. Saat ini aktif sebagai salah satu anggota Komunitas Gubuak Kopi. Sehari-harinya, ia juga aktif di Komunitas Seni Belanak, serta terlibat mengelola Layar Kampus, sebuah inisiatif ruang tonton alternatif di kampusnya. Tahun 2017, ia juga terlibat dalam open studio "Di Rantau Awak Se" oleh Gubuak Kopi dan Forum Lenteng.

Batampek: Tradisi dan Elektronik

Senin, 25 September 2017, lokakarya Lapuak-lapuak Dikajangi sudah di hari ketujuh. Seperti hari-hari sebelumnya, para partisipan bersama fasilitator paginya sudah mulai mengumpulkan meteri foto, audio, dan video yang dibutuhkan untuk lokakarya, serta melanjutkan riseta terkait isu yang masing-masing partisipan dalami. Namun, hari ini, kita kembali memiliki agenda khusus, yakni kuliah umum “Tradisi dan Elektroakustik” bersama Ade Jhori. Continue reading

Postingan Terkait

Nonton di Simpang Kamboja

Sabtu, 23 September 2017, adalah hari kelima lokakarya Lapuak-lapuak Dikajangi. Pada hari ini para partisipan kembali melanjutkan riset mereka ke lapangan. Kiki seorang Partisipan melanjutkan risetnya di sekitaran Kota Solok, untuk mencari Audio, Video dan juga Foto-foto yang berkaitan dengan ‘kultur dapur’ begitu juga Joe Datuak mengumpulkan bahan terkait silat dan yang lainnya. Sorenya, kami melanjutkan mempersiapkan program penayangan film: Sinema Pojok. Penayangan kali ini dilakukan di Simpang Kamboja, Kampuang Jawa Kota Solok. Lokasinya cukup dekat dari markas Komunitas Gubuak Kopi. Continue reading

Postingan Terkait

Perandai Cilik Kinari

Randai adalah salah satu ‘pamenan anak nagari’ atau kesenian yang berkembang di sebagian besar nagari di Minangkabau. Dalam kesenian ini terdapat beberapa elemen keindangan yang menarik, seperti bunyi, musik, gerak, drama, dan sastra. Lebih dari itu, dalam kesenian randai terefleksikan pula nilai-nilai sosial masyarakat Minangkabau. Menarik menyimak praktek barandai (bermain randai) di Kinari, Solok, semangat berkesenian yang kuat dan keterbatasan sarana, memancing insting kreatif lainnya. Continue reading

Postingan Terkait

Merekam untuk Nanti

Kali ini Komunitas Gubuak Kopi menggelar Lokakarya yang mengusung tema “Kultur Daur Subur”. Tema ini sebelumnya juga pernah diangkat pada tahun 2016 lalu. Lokakarya Kultur Daur Subur pada dasarnya bertujuan mengarispkan, membaca masalah serta perkembangan pertanian dalam lingkup lokal, Solok, melalui praktek bermedia secara kreatif. Pertanian di Minangkabau hingga saat ini terus berkembang, bahkan kini pengetahuan pertanian malah banyak didapat dari luar. Tapi, baru-baru ini kita juga mendengar beberapa teknik pertanian masa lampau, diuji coba dan disesuikan lagi dalam keadaan sekarang, seperti tekni salibu. Selain itu, dalam situasi terkini, pemanfatan sumber daya alam sering kali tidak diimbangi dengan dampak-dampak kerusakannya. Dalam Lokakarya ini Gubuak Kopi mengundang lima orang partisipan dari berbagai komunitas maupun individu. Partisipan merupakan orang-orang yang aktif berkegiatan di organisasi dan memiliki ketertarikan terhadap media, diantaranya: Rizky Intan Nasochi, Amathia Rizqyani, M. Yunus Hidayat, Rizaldi Oktafisrim Rizky, dan Ogy Wisnu Suhandha. Continue reading

Postingan Terkait

Enam Hari Belajar Bersama

Kamis pagi, 15 Juni 2017 ini, adalah hari keenam Lokakarya “Kultur Daur Subur” di Gubuak Kopi. Para partisipan memulai kegiatannya seperti biasa, membahas perkembangan observasi, dan mencari data-data tambahan. Hari sebelumnya, kita melakukan kegiatan produksi film di Taman Bidadari, seluruh partisipan maupun fasilitator turut terlibat dalam pengerjaannya. Kegiatan bermedia sambil bermain ini, secara performatif merespon situasi taman, fasilitasnya, kolam yang suda kering, tempat sampah, wc, kantor kosong yang kotor dan lainnya. Malam harinya, seluruh peserta kegiatan, partisipan dan fasilitator, diundang untuk berbuka bersama di rumah salah satu pegiat Gubuak Kopi, yakni Albert Rahman Putra. Di sana kita sempat berbincang dengan bapak Elhaqi Effendi, orang tua dari Albert, mengenai sejarah perkembangan pertanian di Solok, sebelum ia dimekarkan menjadi tiga kabupaten atau kota. Continue reading

Postingan Terkait

Pertanian Dulu Dan Kini

Catatan Lokakarya “Kultur Daur Subur” Hari Ke Dua

Minggu, 11 Juni 2017, adalah hari ke dua Lokakarya media dengan topik Kultur Daur Subur. Pagi hari, sebelum partisipan melanjutkan kegiatan, fasilitator meminta para partisipan mengulas materi yang didapat pada hari pertama, yakni, mengenai masalah sejarah perkembangan media, praktek bermedia di Indonesia, dan juga perkembangan video. Satu persatu partsipan menyampaikan apa yang mereka pahami. Setelah itu barulah pemateri melanjutkan pembekalan apa itu, Kultur Daur Subur oleh Albert Rahman Putra. Di sini pemateri menjabarkan latar belakang, kenapa Gubuak Kopi mengangkat topik ini. Lalu Albert memberikan materi-materi mengenai sejarah dan perkembangan pertanian di Sumatera Barat dari pandangan kebudayaan. Continue reading

Postingan Terkait

Kos Kuda Pacu

Vlog Kampuang – Kos Kuda Pacu
Di Ampang Kualo, Kampung Jawa, Kota Solok, terdapat sebuah gelanggang pacuan kuda, yang sempat menjadi kebanggaan pemerintah. Nama Lapangan ini cukup berkesan di kalangan pecinta pacuan kuda. Belakangan lapangan ini, sudah sepi dan kurang terawat. Di sisi utara lapangan, terdapat bangunan yang terdirid dari puluhan kandang kuda yang kosong. Beberapa waktu lalu, Volta dan Riski, mampir dan mendokumentasikan keadaan di sana, yang mana satu bulan lagi akan kembali dilaksanakan perlombaan. Continue reading

Postingan Terkait

Permainan Lintas Zaman

Kemajuan teknologi pada saat ini menawarkan banyak kemudahan dalam berbagai aktifitas manusia. Begitu juga dalam soal permainan, diantarnya, sekarang ini semakin banyak permainan anak-anak yang berbasis perkembangan teknologi terkini, mulai dari gedget, komputer, game online, dan mainan elektronik lainnya. Kenyataan tersebut, beberapa diantara barang kali baik bagi perkembangan anak, dan tidak jarang pula berdampak buruk bagi perkembangan anak. Sekitar sepuluh tahun yang lalu, generasi saya di kampung jarang sekali  dapat bermain game online. Akes internet sangat terbatas waktu itu, begitu juga untuk menggunakan handphone atau pun computer. Hanya anak-anak dari kelas ekonomi tertentu saja yang bisa mendapatkannya. Tapi ada juga beberapa orang tua yang mampu, memilih untuk tidak membelikan itu pada anak-anaknya. Lain halnya sekarang, hampir semua orang memilikinya, tidak terkecuali anak-anak. Continue reading

Postingan Terkait

Mini Market Malam Solok

Di sini, saya mau bercerita tentang sebuah mini market di Solok. Orang-orang di sini lebih sering menyebutnya Kedai. Akan tetapi, kedai  yang saya maksud beda dari yang lain. Orang Solok menyebutnya “Kadai Garobak” (berarti ‘kedai gerobak’ dalam bahasa Indonesia). Kedai gerobak ini sudah mulai banyak di Kota Solok, sekarang hampir di setiap sudut Kota Solok bisa kita temui kedai yang berjenis “kadai garobak” ini.

Suasana malam hari di Kota Solok, waktu bagi para pedagang gerobak di malam hari. (Foto: Volta Ahmad Jonneva).

Continue reading

Postingan Terkait