Author Archives: Komunitas Gubuak Kopi

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Seni dan Media Gubuak Kopi, atau lebih dikenal dengan nama Komunitas Gubuak Kopi adalah sebuah kelompok studi budaya nirlaba yang berbasis di Solok, berdiri sejak tahun 2011. Komunitas ini berfokus pada penelitian dan pengembangan pengetahuan seni dan media berbasis komunitas di lingkup lokal kota Solok, Sumatera Barat. Gubuak Kopi memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan literasi media melalui kegiatan-kegiatan kreatif, mengorganisir kolaborasi antara profesional (seniman, penulis, dan peneliti) dan warga secara partisipatif, mengembangkan media lokal dan sistem pengarsipan, serta membangun ruang alternatif bagi pengembangan kesadaran kebudayaan di tingkat lokal.

Penayangan dan Diskusi Film: Video Out OK. Pangan

Pada perhelatan OK. Video – Indonesia Media Arts Festival 2017 yang bertajuk OK. Pangan ini, Gubuak Kopi bersama OK. Video berkolaborasi menyelenggarakan sub-program festival: Video Out. Melalui program ini kita melakukan penayangan dan diskusi film. Film-film yang ditayangkan dalam program ini merepresentasikan persoalan pangan, mulai dari diskursus kebijakan hingga persoalan-persoalan yang dekat dengan kejadian sehari-hari, dalam konteks estetika. Penayangan ini dikuratori oleh Manshur Zikri, silahkan baca pengantar kuratorialnya di sini. Continue reading

Postingan Terkait

Kumpulan Tulisan: Daur Subur

Pada tanggal 10 – 20 Juni 2017 lalu, Komunitas Gubuak Kopi menggelar serangkaian lokakarya yang bertajuk: Kultur Daur Subur. Lokakarya ini merupakan bagian dari program pengembangan media berbasis komunitas dalam membaca dan memetakan isu pertanian dan lingkungan hidup di lingkup lokal yang kita namai Program Daur Subur. Selain aksi pengarsipan, merekam, dan pameran open lab, lokakarnya ini ditargetkan dapat menghasilkan output utama berupa tulisan. Para partisipan dengan latar belakang disiplin ilmu yang beragam saling memeras kemampuan mereka untuk memperkaya pembacaan isu-isu tersebut. Pembacaan dan proses-proses kerja media tersebut diantaranya terangkum dalam buku kumpulan tulisan yang berjudul: Daur Subur ini. Kumpulan tulisan ini tersedia dalam bentuk tulisan web, buku elektronik (PDF), dan cetak. Continue reading

Postingan Terkait

FGD di Sayuran Kita: Literasi Media, Sosiokultural, dan Pertanian

Dalam rangka menggali hubungan timbal balik antara literasi media, sosiokultural, dan pertanian, maka pada tanggal 13-14 Juli 2017 lalu, Sayurankita menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Pekanbaru, Riau. Sayurankita adalah adalah sebuah platform yang digagas sebagai laboratorium berpikir dan praktik di ranah pertanian secara umum, yang dikombinasikan dengan sudut pandang sosiokultural dan pengelolaan media alternatif. Secara khusus, fokus kajian platform ini adalah “sayuran” dan “budaya sayuran”, serta keterkaitannya dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Continue reading

Postingan Terkait

Presentasi Publik & Open Lab: Daur Subur

Jumat, 7 Juli 2017 lalu, di Galeri Gubuak Kopi terselenggara pameran dengan tajuk: Daur Subur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan media dalam mengarsipkan dan membaca perkembangan kultur pertanian di lingkup lokal. Program ini digagas oleh Gubuak Kopi dengan mengembangkan pembacaan melalui pendekatan jurnalisme warga, aksi performatif, serta praktik media alternatif dengan memberdayakan teknologi yang dekat dengan kita. Continue reading

Postingan Terkait

Penayangan Rashomon

Rashomon (1950), adalah salah satu karya Akira Kurosawa yang diakui secara kritik dan riset, sebagai filem yang berperan penting dalam perkembangan sinema dunia. Bahasa filem yang disajikannya turut merevolusi bahasa filem dan mengangkat sinema Jepang di dunia.

Rashomon, berkisah tentang empat orang yang memberikan keterangan tentang pembunuhan seorang pria dan pemerkosaan istrinya. Narasi ini dikemas oleh Kurosawa dengan penggunaan kisah kilas balik yang baik dari setiap keterangan berbeda. Kisah ini dengan bahasa filem yang khas, menarik untuk merefleksi sifat manusia yang sering kali tidak jujur dengan diri sendiri, menyelediki sifat kebenaran, makna keadilan, dan kubudayaan Jepang itu sendiri.

88 Menit / subteks: Bahasa Indonesia
GRATIS

Tayang pada:
Sabtu, 22 Juli 2017
20.00 Wib
di Halaman Gubuak Kopi
Jl. Yos Sudarso, no 427, Kampuang Jao, Kota Solok
.
www.gubuakkopi.id

 

Eksplorasi Isu Ruang Publik

Eksplorasi atas isu ruang, khususnya di Taman Bidadari, Kota Solok, melalui pendekatan penelitian sosial, aksi perfomatif, aksi merekam, dan eksperimentasi artistik. Kegiatan ini merupakan bagian dari Lokakarya Kultur Daur Subur yang diselenggarakan oleh Gubuak Kopi pada tanggal 10-20 Juni 2017. Kolaborasi artistik ini dilakukan dalam mengembangkan strategi kritik tanpa ‘memarahi’, sebaliknya dengan cara bermain dan menertawakan diri sendiri.

Continue reading

Postingan Terkait

Open Lab: Daur Subur

Daur Subur adalah pengembangan praktek media kreatif berbasis komunitas yang digagas oleh Gubuak Kopi, dalam mengarsipkan dan membaca perkembangan kultur pertanian di Solok, secara khusus dan Sumatera Barat secara umum. Program ini dikembangkan melalui lokakarya dengan melibatkan para partisipan dari beberapa komunitas dan beragam latar pendidikan. Para partisipan selama lokakarya mendapat kuliah-kuliah umum dari lintas disiplin untuk memperkaya pembacaan isu. Continue reading

Postingan Terkait

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H

Keluarga  Besar Komunitas Gubuak Kopi mengucapkan,
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1438 H

MOHON MAAF LAHIR BATIN
tetap merekam dan semakin berdaya!

Postingan Terkait

Perempuan Membaca Kartini

Sabtu, 6 Mei 2017 lalu, di Hall A1 Gudang Sarinah Ekosistem, Pancoran Timur, Jakarta Selatan, digelar pertunjukan “Perempuan Membaca Kartini” sebuah dramatic reading surat-surat Kartini yang disutradarai oleh Irawita atau juga dikenal akrab sebagai Ira Paseban. Proyek seni ini melibatkan 11 orang perempuan yang membacakan surat-surat kartini di bawah arahan Ira. Salah satu di antara yang terlibat adalah Delva Rahman, pegiat Komunitas Gubuak Kopi. Selain Delva 10 seniman perempuan lainnya adalah: Dewi Arifiani, Dila Martina Ayulia, Daniella, Titin Suprihatin, Otty Widasari, Anita Bonit, Keke Tumbuan, Ajeng Nurul Aini, Yeni Mulyani, dan Na. Selain pembacaan surat-surat Kartini, kegiatan ini juga diisi dengan rangkaian diskusi bersama Irawita serta beberapa partisipan, yang dimoderatori oleh Gesyada Siregar. Kegiatan ini direalisasikan oleh Komunitas Teater Paseban bersama Gudang Sarinah Ekosistem. Continue reading

Diskusi Sinema, Roda dan Gerakan

Pada Rabu, 12 April 2017 lalu, Delva Rahman salah seorang pegiat Komunitas Gubuak Kopi menjadi salah satu pembicara dalam rangkaian Malang Film Festival 2017. Dalam hal ini Delva mengisi diskusi umum, panel Sinema: Roda dan Gerakan, sebuah pengembangan wacana sinema sebagai kebudayaan dalam upaya memahami persoalan di sekitar. Selain Delva, dalam diskusi ini juga terdapat seorang pembicara lainnya yakni, Ramadhani Fauzi, pegiat komunitas Layar Kemisan (Jember), dan dimoderatori oleh Baruna Ary Putra (Kine Klub UMM). Continue reading

Postingan Terkait