Monthly Archives: February 2018

Peluncuran dan Diskusi Buku: Sore Kelabu di Selatan Singkarak

Pada Rabu, 21 Februari 2018 lalu, Komunitas Gubuak Kopi bekerja sama dengan Forum Lenteng (Jakarta) menggelar kegiatan “Peluncuran dan Bedah Buku –Sore Kelabu di Selatan Singkarak, karya Albert Rahman Putra, di Galeri Kubik Koffie, Kota Padang, Sumatera Barat. Buku kumpulan tulisan ini diterbitkan oleh Forum Lenteng. Di dalamnya penulis merekam fragmen-fragmen kejadian dan kisah yang bergulir di sekitaran Danau Singkarak. Albert mengamati situasi ini sejak tahun 2010 yang kemudian dibingkai ke dalam 11 tulisan sejak 2015 hingga 2017. Isu-isu tersebut antara lain tentang kondisi liungkungan, peseteruan warga, keberadaan tambang dan dampaknya pada situasi sosial masyarakat, kebijakan dan respon pejabat pemerintah, serta jalur dagang warisan kolonial melalui penelusuran sejumlah arsip sejak tahun 1818. Continue reading

Lingkung Singkarak dalam Retrospeksi

Hampir keseluruhan fenomena sosial dalam catatan Albert Rahman Putra di buku Sore Kelabu di Selatan Singkarak (Forum Lenteng, 2018) dekat dengan saya secara personal. Saya menghabiskan masa kecil hingga dewasa di nagari Saniangbaka, bagian selatan Danau Singkarak. Saya masih bisa mengingat amis ikan Bilih yang baru dikeluarkan dari lukah, mengingat bagaimana bentuk putaran arus di muara pertemuan Batang Lembang dengan Danau Singkarak, dan merasakan manisnya limau dari Kacang yang dibawakan teman-teman saya sewaktu sekolah menengah atas di daerah Singkarak. Continue reading

Baburu Partamo

Baburu/berburu merupakan hal yang tidak asing lagi di Sumatera Barat, termasuk di Padang Sibusuk. Aktivitas ini diikuti oleh masyarakat dari berbagai usia, remaja hingga tua. Hari perburuan biasanya jatuh pada hari Rabu sebagai berburu kecil, dan hari Minggu sebagai berburu besar. Tradisi ini berkembang dari/sebagai kebiasaan kolektif masyarakat pertanian di Minangkabau dataran tinggi (bukan daerah pantai), untuk memburu hewan babi atau yang dalam bahasa lokal disebut ciliang, kondiak, dan kandiak. Hewan ini dari dulunya oleh masyarakat disebut sebagai hama pertanian. Kebiasan ini tidak hanya tumbuh sebagai tradisi masyarakat pertanian, tapi kini ia juga berkembang sebagai hobi dan digadangkan sebagai olah raga. Di berbagai daerah di Sumatera Barat, khususnya, Solok, Sijunjung, Batusangkar, Padangpanjang dan lainnya kini muncul organisasi Porbi (Persatuan Olah Raga Buru Babi), yang aktivitasnya antara lain mengorganisir aktivitas berburu bersama. Video ini adalah rekaman suasana berburu di Aia Angek, Kabupaten Sijunjung oleh Riski dan Ade yang baru pertama kali ikut aktivitas berburu. Continue reading

Koleksi Arsip Pak Kades

Pertengahan Januari 2018 lalu, Fadlan mengunjungi mantan kepala desa Padang Sibusuk Selatan di era awal 90-an. Kunjungan ini merupakan bagian dari riset lokakarya Daur Subur untuk menggali memori kejayaan masa lalu di Padang Sibusuk, baik itu di bidang olah raga, lingkungan, tradisi, dan sejumlah prestasi lainnya, serta melihat keterkaitannya dengan kebudayaan masyarakat pertanian pada masa itu. Di masa pimpinan beliau, Padang Sibusuk sempat mendapat penghargaan sebagai desa teladan tingkat provinsi, dan ia diundang oleh Kementerian Dalam Negeri untuk menerima penghargaan. Menarik membaca kembali kejayaan masa lalu, dalam melihat perkembangan situasi sosial dan perekonomian masyarakat Padang Sibusuk kini. Continue reading

Kebun Terung Pak Sukri

Pak Sukri adalah salah seorang petani di Padang Sibusuk yang memutuskan untuk terus bertani walau lahan pertanian di sekitarnya telah berubah menjadi lahan tambang emas. Ia menanam beragam jenis tanaman sayur terutama terung dan cabai. Selain itu, Pak Sukri juga menceritakan beberapa persoalan yang timbul karena tambang, baik itu masalah sosial maupun lingkungan. Tidak sedikit pertambangan di sekitar sana yang gagal, atau tekor, hingga tidak cukup uang untuk membuatnya menjadi sawah kembali. Continue reading

Open lab: Mamboncah

‘Mamboncah’ adalah rangkaian presentasi publik dari kegiatan Lokakarya Daur Subur di Padang Sibusuk, yang digelar oleh Gubuak Kopi berkolaborasi dengan komunitas Penggerak Kreativitas Anak Nagari (PKAN) Padang Sibusuk. Kegiatan yang disajikan dalam format open lab ini, menyajikan gambaran proses studi pengembangan media dalam membingkai isu-isu terkait kebudayaan pertanian di Padang Sibusuk, terutama isu terkait peralihan fungsi lahan sawah menjadi pertambangan emas, sebagai upaya memahami kebudayaan pertanian masyarakat Padang Sibusuk itu sendiri. Sebelumnya selama lokakarya, selain riset, para partisipan yang teridiri dari beragama latar belakang ini juga mendalami pemahaman terkait literasi media, lingkungan hidup, dan kesenian tradisi. Continue reading