Monthly Archives: January 2018

Bukan Jalan-jalan Biasa

Di hari kedua Lokakarya Daur Subur di Padang Sibusuk, Fani dan beberapa partisipan lainnya berkeliling di Negeri Padang Sibusuk, yang menjadi wilayah riset. Sembari menikmati keindahan alam, dan kincir air. Serta sembari melewati jalur bekas kereta api, Fani dan kawan-kawan juga menyimak kerusakan-kerusakan yang terjadi bersama keindahan itu. Continue reading

Postingan Terkait

Oto Sate Pak Man

Sate Pak Man, adalah salah satu sate yang cukup sering ditemui oleh warga Padang Sibusuk. Ia berjualan di bangunan mobil kijang super miliknya, mengitari kampung ke kampung. Ia datang dari Solok, dengan beberapa unit mobil lainnya. Khusus yang satu ini berjualan di Padang Sibusuk. Continue reading

Postingan Terkait

Tembakau Taram di Padang Sibusuk

Padang Sibusuk adalah salah satu Nagari di Kabupaten Sijunjung. Di sini terdapat sebuah pasar pekan atau pasar mingguan, yang digelar setiap hari Selasa. Pasar ini biasanya akan menjajakan hasil-hasil pertanian warga sektiaran Padang Sibusuk, selain itu ada juga yang menjajakan barang-barang kebutuhan umum seperti pakaian, alat-alat rumah tangga, dan sebagainnya. Mereka datang dari Solok, Sawahlunto, dan sebagainya. Salah satunya yang juga bisa kita temui di Padang Sibusuk, adalah hasil perkebunan dari negeri Payakumbuh, yakni tembakau Taram. Continue reading

Postingan Terkait

Kincir, Riwayatmu Kini!

Hari kedua Lokakarya Daur Subur di Padang Sibusuk, Senin, 8 Januari 2018. Hari ini kegiatan diisi dengan “jalan – jalan” menyusuri Batang Lasi yang berada di daerah Gurun, Jorong Tapi Balai, Nagari Padang Sibusuak. Kegiatan “jalan – jalan” yang hanya diikuti oleh beberapa peserta ini menjadi semacam pengantar untuk materi riset, yang nanti akan dijalankan oleh setiap peserta lokakarya. Diajak “jalan – jalan” tentu saja aku senang. Tujuan jalan – jalan ini cuma ingin meninjau dan melihat–lihat kondisi di sekitar Batang Lasi dengan aliran airnya yang tak lagi deras, dan menurutku sedikit berbau. Di atas sungai berdiri kokoh sebuah jembatan permanen yang menjadi penghubung ke seberang sungai, yang oleh warga setempat dijadikan jalur alternatif dari Pasar Padang Sibusuk menuju Perumnas. Tak banyak hal yang dilakukan oleh rombongan kecil kami di tempat itu. Kami hanya berdiri di atas jembatan sambil memperhatikan keadaan sekitar. Continue reading

Postingan Terkait

Hari Ketiga di Padang Sibusuk

Catatan hari ke­tiga Lokakarya Daur Subur di Padang Sibusuk

Selasa, 09 Januari 2018 adalah hari ketiga Lokakarya Daur Subur yang diadakan di Padang Sibusuk oleh Gubuak Kopi bersama PKAN. Lokakarya ini mengundang beberapa partisipan dari kelompok dan latar belakang pendidikan yang berbeda, guna memberi keberagaman pandangan dalam membaca isu di Padang Sibusuk. Continue reading

Postingan Terkait

Kering di Seberang Kincia

Di Jorong Tapi Balai dulunya terdapat hamparan sawah yang luas mengikuti aliran sungai. Di sana dulunya juga terdapat banyak kincir air. Beberapa tahun terakhir kincir sudah semakin jarang kita temui. Selain karena banyak petani yang memilih menggunakan mesin, banyak juga sawah-sawah di sekitaran lokasi itu telah kering karena ditambangi emas. Siang, itu kami mengunjungi beberapa kincir yang masih berjalan. Continue reading

Postingan Terkait

Kincir Pak Pono

Catatan hari kedua Lokakarya Daur Subur di Padang Sibusuk

Senin, 8 Januari 2018, menjelang siang kami berangkat dari markas PKAN menuju tempat bekas area tambang emas di Cicingan, Jorong Kapalo Koto, Padang Sibusuk. Di sana katanya masih ada beberapa kincir air yang masih aktif. Sebelum menuju lokasi, kami singgah dulu ke rumah nenek bang Albert yang berada di belakang pasar. Pasar ini tak begitu jauh dari markas PKAN, sekitar lima menit. Hanya saja pada saat itu tidak ada aktivitas warga yang berjualan dan seluruh toko yang berada di pasar tersebut masih tutup. Pasar ini sebenarnya adalah pasar pakan atau pasar mingguan, yang biasanya jatuh pada hari Selasa. Continue reading

Postingan Terkait

Kincia di Pulau Masojik

Pulau Masojik adalah sebutan untuk sebuah kampung kecil di Padang Sibusuk, Kab. Sijunjung. Di sana dulunya terdapat banyak kincir air, untuk mengaliri air dari sungai ke sawah. Beberapa tahun terakhir kincir sudah semakin jarang kita temui. Selain karena banyak petani yang memilih menggunakan mesin, banyak juga sawah-sawah di sekitaran lokasi itu telah kering karena ditambangi emas. Continue reading

Postingan Terkait

Pertemuan Daur Subur di PKAN

Minggu sore, 07 Januari 2017, saya beserta rekan-rekan tiba di kantor Penggerak Kreativitas Anak Nagari Padang Sibusuk, atau yang biasa kami sapa PKAN. Ini adalah kali pertama lokakarya Daur Subur diadakan di luar Solok, dan setelah ini pun menyusul beberapa tempat lain. PKAN adalah salah satu komunitas lokal di Padang Sibusuk, Kabupaten Sijunjung, yang dikelola oleh sejumlah pemuda dan aktif berkegiatan di bidang kesenian. PKAN selama dua minggu kedepan akan menjadi mitra Gubuak Kopi dalam penyelenggaraan lokakarya Daur Subur ini.

Partisipan yang ikut serta kali ini cukup beragam. Baik dari perwakilan komunitas yang pernah berpartisipasi di sebelumnya, maupun peserta baru yang memiliki ketertarikan terkait isu pertanian, kesenian, dan media. Partisipan yang ikut serta dalam lokakarya kali ini antara lain, Khairuzzaki Aziz (Walhi Sumbar), Novi Fani Rovika (Walhi Sumbar), Hafizan (Seniman, Padang), M. Yunus Hidayat (Takasiboe, Solok Selatan), Imran Kamil (Komunitas Seni Rantai, Sawahlunto), dan teman-teman dari PKAN Padang Sibusuk, yakni, Fadlan Fahrozi, Budi Santoso, Yones Adha, Yovi Fardhilas, Heru Anugrah, Eldi Gafesa, dan Nuzul Ichsan. Continue reading

Postingan Terkait