Kincia di Pulau Masojik

Pulau Masojik adalah sebutan untuk sebuah kampung kecil di Padang Sibusuk, Kab. Sijunjung. Di sana dulunya terdapat banyak kincir air, untuk mengaliri air dari sungai ke sawah. Beberapa tahun terakhir kincir sudah semakin jarang kita temui. Selain karena banyak petani yang memilih menggunakan mesin, banyak juga sawah-sawah di sekitaran lokasi itu telah kering karena ditambangi emas.

Pak Pono adalah salah satu pembuat kincir di Padang Sibusuk. Menurutnya kincia masih merupakan teknologi yang efektif untuk mengairi sawah. Ia hanya membutuhkan waktu satu minggu untuk membuat kincir, bahan-bahannya pun hanya sederhana: kayu, bambu, dan kawat/tali. Mudah ditemukan di sekitar dan tidak memerlukan bensin setiap harinya.

Vlog by @albertrahmanp
Padang Sibusuk, 8 Januari 2018

*Vlog ini bagian dari edisi khusus lokakarya Daur Subur di Padang Sibusuk, oleh Gubuak Kopi dan PKAN.

Postingan Terkait

Albert Rahman Putra (Solok, 31 Oktober 1991) adalah lulusan Jurusan Seni Karawitan, Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Dia adalah pendiri Komunitas Gubuak Kopi dan kini menjabat sebagai Ketua Umum. Albert aktif sebagai penulis di akumassa.org. Pernah terlibat dalam Proyek Seni DIORAMA Forum Lenteng. Ia juga memiliki minat dalam kajian yang berkaitan dengan media, musik, dan sejarah lokal Sumatera Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *