Monthly Archives: December 2017

Ruang Alternatif Sinema

Teks ini merupakan tulisan pengantar dalam simposium yang bertajuk Ruang Apresiasi Alternatif dan Penontonnnya dalam rangkaian Andalas Film Exhibition – Denyut Baru yang digagas oleh Relair.

Untuk memberikan pandangan terkait ruang apresiasi alternatif, saya akan menjabarkannya melalui apa yang saya dan kawan-kawan di Komunitas Gubuak Kopi lakukan di bidang itu. Sejak tahun 2015, Komunitas Gubuak Kopi mengusung sebuah program studi kebudayaan melalui film dan studi film itu sendiri, yakni: Sinema Pojok.   Continue reading

Postingan Terkait

Andalas Film Exhibition – Denyut Baru

Andalas Film Exhibition (AFE) 2017 adalah salah satu festival atau ajang apresiasi sinema berskala nasional, yang digagas oleh kelompok RELAIR Cinema FIB Unand. AFE pertama ini digelar pada tanggal 18 November – 3 Desember 2017, di Kampus Universitas Andalas, dan tour kuratorial di sejumlah kampus di Sumatera Barat. Ajang apresiasi ini mengangkat “Denyut Baru” sebagai tema sentralnya. Dalam perayaan ini juga terlibat sejumlah pegiat Komunitas Gubuak Kopi, antara lain: Albert Rahman Putra, selaku kurator film mahasiswa dan umum; dan Delva Rahman selaku pembicara dalam Simposium yang bertajuk Komunitas dan Ruang Apresiasi Alternatif. Continue reading

Postingan Terkait

Bahasa Keberpihakan

Teks ini merupakan pengantar kuratorial dalam Andalas Film Exhibition – Denyut Baru yang dipresentasikan di Universitas Andalas, Kota Padang pada tanggal 21 November 2017 dan Universitas Dharma Andalas pada 28 November 2017. Festival ini diselenggarakan oleh Relair, pada tangal 18 November – 3 Desember 2017.
Continue reading

Postingan Terkait

Presentasi Publik GSMS: SELF-CRITICAL

Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) adalah salah satu program yang digagas oleh Direktorat Kesenian, Direktur Jendral Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan ini membuka peluang seniman dan sekolah bersinergi dalam pendidikan kebudayaan melalui kesenian. Dalam program ini salah satu seniman yang terlibat adalah Albert Rahman Putra, salah seorang pegiat seni di Komunitas Gubuak Kopi. Dalam kesempatan ini Albert, mengajak siswa mengenal praktek seni multimedia, serta mengalami proses produksi, hingga pameran. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 27 kali pertemuan, bersama 20 siswa di SMA N 2 Sumatera Barat. Continue reading