Kumpulan Tulisan: Daur Subur

Pada tanggal 10 – 20 Juni 2017 lalu, Komunitas Gubuak Kopi menggelar serangkaian lokakarya yang bertajuk: Kultur Daur Subur. Lokakarya ini merupakan bagian dari program pengembangan media berbasis komunitas dalam membaca dan memetakan isu pertanian dan lingkungan hidup di lingkup lokal yang kita namai Program Daur Subur. Selain aksi pengarsipan, merekam, dan pameran open lab, lokakarnya ini ditargetkan dapat menghasilkan output utama berupa tulisan. Para partisipan dengan latar belakang disiplin ilmu yang beragam saling memeras kemampuan mereka untuk memperkaya pembacaan isu-isu tersebut. Pembacaan dan proses-proses kerja media tersebut diantaranya terangkum dalam buku kumpulan tulisan yang berjudul: Daur Subur ini. Kumpulan tulisan ini tersedia dalam bentuk tulisan web, buku elektronik (PDF), dan cetak.

Cover buku: Daur Subur.

Daftar Tulisan:

Editorial: Membaca Kembali Pertanian Dulu dan Kini
Albert Rahman Putra

Sepenggal Kisah di Gang Rambutan
Arif Kurniawan Putra

Sensus Taman Warga
Rizaldy Oktafisrim Risky

Taman Rel
Rizky Intan Nasochi

Sepi di Taman Bidadari
Ogy Wisnu Suhandha

Kita, Sungai, dan Masa Depan
Amathia Rizqyani

Perjalanan Pinang
M. Yunus Hidayat

Mensketsa Teknologi Pertanian
Zekalver Muharam

Dinamika Kultur Tani
Muhammad Riski

Menanam Arsip
Delva Rahman

Merekam untuk Nanti
Volta Ahmad Jonneva

 


Editor
Albert Rahman Putra

Foto Sampul
Gubuak Kopi

Foto
Litbang Gubuak Kopi
Koleksi Arsip Elhaqki Effendi
Koleksi Arsip Pak Irwin

Diterbitkan oleh Gubuak Kopi
Solok, Juli 2017


Download e-book: Daur Subur

Postingan Terkait

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Seni dan Media Gubuak Kopi, atau lebih dikenal dengan nama Komunitas Gubuak Kopi adalah sebuah kelompok studi budaya nirlaba yang berbasis di Solok, berdiri sejak tahun 2011. Komunitas ini berfokus pada penelitian dan pengembangan pengetahuan seni dan media berbasis komunitas di lingkup lokal kota Solok, Sumatera Barat. Gubuak Kopi memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan literasi media melalui kegiatan-kegiatan kreatif, mengorganisir kolaborasi antara profesional (seniman, penulis, dan peneliti) dan warga secara partisipatif, mengembangkan media lokal dan sistem pengarsipan, serta membangun ruang alternatif bagi pengembangan kesadaran kebudayaan di tingkat lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *