Di Rantau Awak Se

Pengantar Kuratorial:

Pameran dan Open Studio bertajuk “Di Rantau Awak Se” merupakan bagian dari kegiatan lokakarya yang dilaksanakan oleh Komunitas Gubuak Kopi dan Forum Lenteng, lewat Program Pemberdayaan dan Pendidikan Media Berbasis Komunitas, AKUMASSA, sejak tanggal 6 hingga 10 Maret 2017.

Kegiatan lokakarya tersebut mendorong kawan-kawan komunitas untuk membaca kota Solok, khususnya daerah Kampung Jawa tempat beradanya Komunitas Gubuak Kopi, sebagai sebuah lokasi yang kita tinggali bersama, melalui sudut pandang warga masyarakat lokal. Pembacaan ini dilakukan dengan menerapkan pendekatan jurnalisme warga dan praktik media alternatif, dengan memberdayakan teknologi telepon genggam dan kamera sederhana, untuk merekam apa-apa saja yang ada di Kampung Jawa. Aksi perekaman ini menjadi salah satu cara untuk mengarsipkan kota, dalam rangka memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan secara luas.

Materi-materi dalam pameran dan open studio ini dihadirkan sebagai sebuah sketsa atas pembacaan tersebut. Seluruh partisipan lokakarya mendokumentasikan peristiwa dan narasi-narasi yang tersebar di Kota Solok, lalu mengemasnya ke dalam berbagai medium, seperti teks, fotografi, gambar, dan video.

Materi-materi yang dipamerkan ini bukanlah hasil akhir, melainkan masih menjadi bagian dari proses lokakarya. Menarik untuk merefleksi apa yang telah dilakukan oleh para partisipan lokakarya sebagai suatu awal baru untuk mendefinisikan Kota Solok sebagai kota yang sadar akan budaya dan peka terhadap potensi media sebagai alat yang dapat membantu aksi-aksi pemberdayaan masyarakat.***

 

© Photo: Courtesy of Hafiz Rancajale (2017)

Postingan Terkait

Lahir di Pekanbaru, 1991. Seorang peneliti sosial, pegiat media alternatif, dan penulis/kritikus. Anggota Forum Lenteng. Meraih gelar S1 Ilmu Sosial dari Departemen Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, pada tahun 2014. Ia memiliki perhatian pada isu-isu seputar media, seni, dan sinema. Saat ini ia juga merupakan salah satu kurator film di ARKIPEL - Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *