Di Rantau Awak Se

Komunitas Gubuak Kopi menyelenggarakan acara bertajuk “Di Rantau Awak Se: Presentasi Publik dan Open Studio” lokakarya literasi media. Kegiatan ini mengajak para partisipan untuk memahami lebih dalam sejarah perkembangan media dan kemungkinan eksplorasi mediumnya dalam membingkai persoalan-persoalan lokal. Selama berproses, para partisipan juga melakukan produksi karya berupa video, gambar, audio, dan teks. Karya-karya tersebut mengedepankan perspektif partisipan sendiri sebagai warga dalam menanggapi fenomena sosial yang ada di sekeliling, Solok. Dalam proses membingkai tersebut para partispan dituntut aktif melakukan interaksi dengan orang-orang di sekitarnya. Mendalami narasi-narasi kecil dan peristiwa massa sesuai dengan konteks sejarah dan perkembangan terkini. Dalam kegiatan presentasi ini, kita mengangkat tema “Rantau”, ditarik dari bingkaian para partisipan dalam melihat pola tradisi merantau yang ada di Solok, baik itu yang dilakukan oleh para perantau Solok, maupun orang merantau ke Solok.

Sabtu, 11 Maret 2017
15.00 – 23.00 WIB
Di Gallery Gubuakkopi
Jalan Yos Sudarso, No. 427, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok, Sumatera Barat. 27323.

Kegiatan direalisasikan oleh Komunitas Gubuak Kopi dan Forum Lenteng lewat Program AKUMASSA.

Partisipan Lokakarya
Albert Rahman Putra, Delva Rahman, Maria Christina Silalahi, Muhamma Risky, Raenaldy Andrean, Tiara Sasmita, Volta Ahmad Jonneva, Zekalver Muharam.

Fasilitator
Manshur Zikri, Otty Widasari, Soemantri Gelar, dan Muhamad Fauzan Chaniago


AKUMASSA adalah sebuah program pemberdayaan media yang digagas oleh Forum Lenteng sejak tahun 2008, berkolaborasi dengan komunitas-komunitas lokal di beberapa daerah di Indonesia untuk melaksanakan lokakarya dan memproduksi beragam bentuk media komunikasi (tulisan, gambar/foto, audio, dan video).

Forum Lenteng merupakan organisasi nirlaba egaliter sebagai sarana pengembangan studi sosial dan budaya yang didirikan oleh mahasiswa komunikasi, pekerja seni, periset dan pengamat kebudayaan pada tahun 2003. Forum ini didirikan sebagai usaha pengembangan pengetahuan media dan seni para anggotanya, dengan cara; produksi, pendokumentasian, riset dan distribusi terbuka. Pengembangan pengetahuan ini menjadi pijakan bagi komunitas untuk membicarakan persoalan sosial masyarakat melalui seni dan media. Setelah duabelas tahun berdiri, forum ini telah berkembang dalam berbagai program atas dukungan kerjasama dengan berbagai lembaga dan komunitas di Indonesia dan internasional.

Postingan Terkait

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Seni dan Media Gubuak Kopi, atau lebih dikenal dengan nama Komunitas Gubuak Kopi adalah sebuah kelompok studi budaya nirlaba yang berbasis di Solok, berdiri sejak tahun 2011. Komunitas ini berfokus pada penelitian dan pengembangan pengetahuan seni dan media berbasis komunitas di lingkup lokal kota Solok, Sumatera Barat. Gubuak Kopi memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan literasi media melalui kegiatan-kegiatan kreatif, mengorganisir kolaborasi antara profesional (seniman, penulis, dan peneliti) dan warga secara partisipatif, mengembangkan media lokal dan sistem pengarsipan, serta membangun ruang alternatif bagi pengembangan kesadaran kebudayaan di tingkat lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *