Apresiasi Film Indonesia 2016

Pada tanggal 30 September hingga 1 Oktober 2016 lalu, Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia menggelar rankaian roadshow Apresiasi Film Indonesia (AFI) di beberapa titik di Kota Padang, Sumatera Barat. Roadshow ini adalah bagian dari rangkaian ajang Apresiasi Film Indonesia 2016. Selain di Kota Padang, Roadshow juga diselenggarakan di beberapa kota lain di Indonesia. Di Kota Padang sendiri, roadshow dilaksanakan di dua titik. Pertama, di Kampus Universitas Andalas, pada tanggal 30 September; dan yang kedua, pada tanggal 1 Oktober dilaksanakan di RRI Padang.

Dalam ajang Apresiasi Film Indonesia 2017 ini, Gubuak Kopi merupakan salah satu peraih nominasi dalam penghargaan khusus: Apresiasi Komunitas, penghargaan terhadap lembaga non pemerintah nirlaba yang secara konsisten berkontribusi terhadap perkembangan perfilman Indonesia. Gubuak Kopi, sebagai salah satu peraih nominasi juga diundang hadir pada roadshow di RRI Padang, yang merupakan hari puncak roadshow di Padang. Selama di RRI Padang, Gubuak Kopi, diwakili oleh Albert Rahman Putra mengisi agenda wawancara interaktif di studio RRI Padang pada sore hari, dan dialog interaktif bersama publik di lapangan parkir RRI Padang. Selain dialog ini, juga terdapat kegiatan lain, seperti pemutaran film, pertunjukan tari, dan musik. Kegiatan ini dilanjutkan pada 8 Oktber 2016, pada malam anugerah Apresiasi Film Indonesia 2016 di Kota Manado, Sulawesi Utara.


Dokumentasi Roadshow AFI 2016 di Padang dan Malam Anugera AFI 2016 di Manado


Kunjungi resmi website: AFI 2016 (www.afi2016.com)

Postingan Terkait

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Seni dan Media Gubuak Kopi, atau lebih dikenal dengan nama Komunitas Gubuak Kopi adalah sebuah kelompok studi budaya nirlaba yang berbasis di Solok, berdiri sejak tahun 2011. Komunitas ini berfokus pada penelitian dan pengembangan pengetahuan seni dan media berbasis komunitas di lingkup lokal kota Solok, Sumatera Barat. Gubuak Kopi memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan literasi media melalui kegiatan-kegiatan kreatif, mengorganisir kolaborasi antara profesional (seniman, penulis, dan peneliti) dan warga secara partisipatif, mengembangkan media lokal dan sistem pengarsipan, serta membangun ruang alternatif bagi pengembangan kesadaran kebudayaan di tingkat lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *