CATATAN “MERAWAT TUBUH TRADISI”

Sabtu, 04 Juni 2016, Komunitas Gubuak Kopi gelar silaturahmi seniman tradisi Solok dan Solok Selatan. Kegiatan yang diberi tajuk Merawat Tubuh Tradisi ini berlangsung di Gallery Gubuakkopi, di Kampung Jawa, Kota Solok. Kegiatan ini adalah salah satu dari agenda kuliah umum bulanan, “Kelas Warga” yang digagas Komunitas Gubuak Kopi sejak awal 2016 lalu. Kali ini bekerja sama dengan Atok Solok, Komunitas Gubuak Kopi menghubungkan kembali Solok sebagai satu wilayah kebudayaan. 

Solok kini adalah tiga wilayah budaya yang terpisah secara administratif; Kota Solok, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan. Secara kebudayaan tiga wilayah ini adalah satu kesatuan. Komunitas Gubuak Kopi dan Atok Solok bersama-sama melakukan pendukomentasian dan pembelajaran seni tradisi lokal, terutama Solok. Tidak tertutup kemungkinan akan melibatkan daerah lain nantinya.

20160604_213527.jpg

Kegiatan dimulai dengan pertunjukan Randai dari Atok Solok, kemudian dialanjutkan dengan pengenalan tamu special dari Solok Selatan: Grup Indang Minang Saiyo Sampu. Kelompok ini juga mempresentasikan kesenian tradisi Indang tradisi yang berkembang di Nagari Sampu Solok Selatan. Rustam Can, Ketua Kelompok tersebut mengaku senang mendapat kesempata silaturahmi ini dan merancan strategi bersama memajukan kembali seni tradisi minangkabau, khususnya Solok.

Persentasi menjadi spesial dengan dihadirkannya kesenian Indang yang snagat jarang kta temukan saat ini. Di Solok orang hampir tidak mengenal indang yang satu ini. Biasanya kata Indang hanya membawa ingatan orang-orang pada tradisi indang di Pariaman. Namun, yang satu ini berbeda.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

20160604_212523Bapak Rustaman Memperkenalkan Indang Sangir20160604_21284220160604_213514

Indang Sangir menggunakan alat musik yang sedikit lbeih besar dari rapa’i yang digubakan oleh masyrakat pariaman. Dan tentu saja karakter laku dan pola permainnannnya juga berbeda. Indang ini melantungkan syair-syair pujian terhadap kebesaran nabi, biasanya ditampilkan pada alek mandoa di Sangir. Bagian terakhir indang sangir ditutup denngan permainan salendang, selendang dimainkan dalam formasi indang dan kemudian membentuk pola-pola yang unik.

(hms/gbk)


Poster dan Pengantar: KELAS WARGA: MERAWAT TUBUH TRADISI

Postingan Terkait

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Seni dan Media Gubuak Kopi, atau lebih dikenal dengan nama Komunitas Gubuak Kopi adalah sebuah kelompok studi budaya nirlaba yang berbasis di Solok, berdiri sejak tahun 2011. Komunitas ini berfokus pada penelitian dan pengembangan pengetahuan seni dan media berbasis komunitas di lingkup lokal kota Solok, Sumatera Barat. Gubuak Kopi memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan literasi media melalui kegiatan-kegiatan kreatif, mengorganisir kolaborasi antara profesional (seniman, penulis, dan peneliti) dan warga secara partisipatif, mengembangkan media lokal dan sistem pengarsipan, serta membangun ruang alternatif bagi pengembangan kesadaran kebudayaan di tingkat lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *