Negosiasi Ruang Bermain Kelompok Barajafilem

Suatu sore di desember bersama adik-adik Kelompok Barajafilem, saya dan Albert kebingungan karena kita tidak jadi mengambil gambar permainan bola, melanjutkan pengambilan gambar dari hari sebelumnya. Lapangan bola kali ini dipakai oleh orang-orang dewasa yang sudah bermain dengan sangat serius, jadi kami kebingungan untuk mencari tempat bermain lagi. Lalu, Albert melempar lagi tantangan kepada adik-adik ini, dimana lagi kita biasanya bermain?

Lalu, tiba-tiba Manda (anggota Kelompok Barajafiem/10 tahun) menawarkan untuk bermain Lore. Salah satu permainan rakyat yang juga banyak ditemukan di daerah lain. Melompati kotak-kotak yang telah digaris sebelumnya. Lalu Manda, mengeluhkan,

“tapi tempatnya di gang, bang, sempit” ujar Manda.

“Tapi kalian biasa main di sana kan?”

“Oh iya, kami sudah biasa main di sana, bang, kadang kami main gambar, kadang main petak umpet juga di sana.” kata anak-anak lainnya.

“Oke, kalu begitu kali ini kita main Lore, ini kameranya, siapa yang mau bikin sekarang?”

Adik-adik ini berebutan, lalu kita menuju ke lokasi yang dimaksud.

 


Silahkan simak video yang diambil langsung oleh anak-anak kelompok Barajafilem

Video ini dikerjakan oleh sekelompok adik-adik di Kelurahan Aia Mati, Solok. Kelompok ini bernama Kelompok Barafilem, diinisiasi oleh Komunitas Gubuak Kopi sebagai bagian dari residensi pengenalan seni dan media terhadap anak-anak, terhitung September-Desember 2015.

Kali ini, setelah beberapa workshop sederhana mengenai praktik seni sebagai media, Kelompok Baraja Filem memutuskan untuk mengajak kami (Komunitas Gubuak Kopi) ke tempat mereka biasa bermain, dan kali ini mereka mengajak untuk bermain Lore (salah satu permainan rakyat untuk anak-anak). Kondisi lingkungan mereka yang padat ternyata membuat mereka harus bernegosiasi dengan aktvitas warga lainnya untuk bisa bermain.

Main Lore biasa mereka kerjakan di gang yang sedikit lebih luas dari gang lainnya di sekitar situ, untuk tetap bermain sesekali mereka harus mengalah ketika motor lewat, ataupun ketika orang yang membawa anjing jalan-jalan.

Tiara Sasmita

____________
Fasilitator:
Albert Rahman Putra & Tiara Sasmita

Video editor
Albert Rahman Putra

Postingan Terkait

Tiara Sasmita (Solok, 31 Desember 1991) adalah mahasiswi di Universitas Andalas, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris. Saat ini aktif di Gubuak Kopi sebagai Bendahara Umum. Ia juga aktif di Komunitas Cermin, sebuah komunitas teater di Fakultas Ilmu Budaya di kampusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *