Doc. Workshop Collage Art #1

Setelah beberapa kali berlatih pembutan video, Kelompok Barajafilem memutuskan untuk melanjutkan latihan sambil jalan melaksanakan kegiatan lain. Latihan berikutnya dilanjutkan dengan “bermain kertas, menggunting iklan” adalah sebuah seni menyusun gambar-gambar dari majalah ataupun koran untuk disusun kembali menjadi sebuah rajutan gambar baru, atau secara konvensional kegiatan ini disebut kolase. Kegiatan ini diawali dengan workshop singkat yang diberikan oleh Albert Rahman Putra dan Tiara Sasmita pada 23 November 2015 lalu.

Pada workshop singkat dan sederhana ini, Albert menekankan bahwa semua adik-adik dari kelompok barajafilem akan menggunting iklan-iklan yang terdapat di majalah. Kemudian gambar tersebut disusun dan ditempel lagi pada kertas baru. Gaya susunan dibebaskan pada adik-adik dari kelompok barajafilem. Dalam hal ini, Albert hanya menekankan bagiman potongan-potongan gambar iklan tersebut bisa menciptakan sebuah gambar baru setelah ia disusun kembali. Bagi Albert hal ini juga bagian dari pendidikan bermedia, terutama mengkritisi media massa kita yang dipenuhi iklan. Sebelumnya Albert memberikan pemahaman mana konten yang bisa diterima sebagai pengetahuan dan mana konten yang bisa kita permainkan.

Kegitan ini diikuti dengan semangat sambil bermain oleh adik-adik Kelompok Barajafilem. Kegiatan ini dimulai pada pukul 15.00 – 17.00 WIB. Workshop seni menyusun gambar ini akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya dengan agenda menciptakan gambar yang imajinatif, atau menyusun gambar-gamabar menjadi sebuah bentuk yang tidak ditemui di realitas.

 

Postingan Terkait

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Seni dan Media Gubuak Kopi, atau lebih dikenal dengan nama Komunitas Gubuak Kopi adalah sebuah kelompok studi budaya nirlaba yang berbasis di Solok, berdiri sejak tahun 2011. Komunitas ini berfokus pada penelitian dan pengembangan pengetahuan seni dan media berbasis komunitas di lingkup lokal kota Solok, Sumatera Barat. Gubuak Kopi memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan literasi media melalui kegiatan-kegiatan kreatif, mengorganisir kolaborasi antara profesional (seniman, penulis, dan peneliti) dan warga secara partisipatif, mengembangkan media lokal dan sistem pengarsipan, serta membangun ruang alternatif bagi pengembangan kesadaran kebudayaan di tingkat lokal.

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *