Kelas Baca Berjamaah – Gerimis Sepanjang Tahun

Pada 05 Novemer 2015 lalu, Komunitas Gubuak Kopi bersama adik-adik dari Kelompok Barajafilem meluangkan waktu untuk membaca secara berjamaah. Membaca secara bergantian sementara yang lain menyimak. Buku yang mereka baca pada kesempatan ini adalah buku Gerimis Sepanjang Tahun, sebuah buku dari program akumassa bersama komunitas Ciranggong (Jatiwangi) tahun 2015. 

Dalam kegiatan yang tak terencana itu Albert, Ketua Komunitas Gubuak Kopi, sengaja memilih Gerimis Sepanjang Tahun di antara miniminya koleksi buku di Pustaka Gubuakkopi.

“sebenarnya bacaan akumassa bagi saya sendiri juga merupakan bacaan yang cukup berat, bahasanya dekonstruktif. Tapi malam itu adik-adik dari Kelompok Baraja Filem ini menghampiri saya, lalu semuanya berisik. Lalu saya ajak mereka baca buku… mereka bersemangat.. tapi tidak ada koleksi buku anak-anak, yaudah buku ini” Ujar Albert.

Menurut Albert, yang terpenting bagi anak-anak seusia itu sebenarnya bukanlah memahami persoalan isi buku secara mendalam, melainkan kebangkitan budaya membaca itu sendiri.

“yang penting mereka mau membaca, lebih dari itu buku ini punya spirit yang ‘sangat warga’. Saya yakin kata-kata seperti ‘buruh’, ‘petani’, ‘perjuangan’ itu, serta spirit empatinya bisa terekam dalam ingatan mereka… saya biasanya setelah agak dewasa, suka mempelajari kata-kata yang familiar diingatan saya semasih kecil, saya harap mereka juga, dan harus memihak pada kepentingan warga nantinya” Ujar Albert.

Kegiatan yang berangkat dari aksi iseng ini, ternyata memberi kesadaran baru terhadap kawan-kawan Komunitas Gubuak Kopi bersama Kelompok Baraja Filem ini. Kedepannya oleh Komunitas Gubuak Kopi kegiatan ini akan dicoba untuk diagendakan, sekaligus menggendakan pencarian koleksi-koleksi buku, atau mencari donatur buku-buku yang menarik untuk dibaca kelompok Baraja Filem ataupun kawan-kawan lainnya.

“lain kali saya akan mengajak mereka membaca buku Black Beauty versi Bahasa Indonesia karyanya Anna Sewell. Bukunya bercerita tentang kehidupan anak kuda yang membaca kehidupan di sekitarnya, termasuk perlakuan manusia terhadap hewan. Cocok untuk melatih empati terhadap hewan, yang selama ini sangat menyedihkan di Solok.”

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

_________________

Tiara Sasmita

Postingan Terkait

Tiara Sasmita (Solok, 31 Desember 1991) adalah mahasiswi di Universitas Andalas, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris. Saat ini aktif di Gubuak Kopi sebagai Bendahara Umum. Ia juga aktif di Komunitas Cermin, sebuah komunitas teater di Fakultas Ilmu Budaya di kampusnya.

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *