Mimbar Untuk Pemimpin

Om Nur Bangkitkan Semangat Warga Cupak; “Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Engkau Dustai”

Senin malam (22/8) lalu Gubernur Sumatra Barat atau kami lebih senang menyapanya Om Nur ini bersama tim ramadhan Provinsi mengunjugi mesjid Raya Cupak. Kedatangan Om Nur juga disambut oleh Bupati Solok beserta koleganya. (*kabarnya pegawai yang datang di absen lho) Tidak seperti biasanya, kali ini shalat Isya langsung disambut dengan shalat Taraweh. Dan setelah taraweh baru Sang Ustad yang didatangkan khusus dari Padang menyampaikan ceramahnya.

Beberapa warga terlihat tampak menikmati ceramah tersebut dan beberapa lainnya kelihatan tidak sabar menunggu sesi acara “hadiah dari Om Nur”. Setelah kuliah rohani selesai, ada sedikit sambutan dari Bupati Solok, dengan sedikit blak-blakan bupati juga menawarkan kepada Om Nur untuk sahur bersama. Dan secara terang terangan pula, atau mungkin sudah sesuatu yang tak perlu lagi di jaim-jaimi dan memang akan begitu adanya. Bupati juga meminta sedikit sumbangan pada Om Nur untuk masyarakat Cupak khususnya.

“sudah beberapa priode ini merupakan kali pertama Gubernur datang ke mesjid Raya Cupak. Jadi tidak ada salahnya kalau beliau berpidato selama 3 jam disini. Dan sedikit meninggalkan hadiah untuk kita disini.”

Ya, sudah sebuah rahasia umum kalau sudah pejabat tinggi datang pada salah satu kampung atau desa sudah lazimnya untuk meninggalkan sesuatu untuk warga disana. Dan semuanya terjadi dengan etika yang berbeda beda. Semoga itu tidak membuat pejabat-pejabat takut untuk datang kembali.

Mimbar untuk Gubernur

Di mimbar bapak Irwan Prayetno atau bapak Gubernur tampak bersahaja dengan memegang micropone kecil yang kadang – kadang bikin suara Om Nur putus-putus. Om Nur mengulangi atau mengingatkan lagi tentang isi ceramah tadi. Ya ternyata Om Nur memang menikmati ceramah tadi. Buktinya dia kelihatan sangat paham dengan isi kuliah tadi. Ya, walau kami juga mendengar suara – suara tak bertanggung jawab yang bilang kalau Om Nur udah dapat bocoran ceramah.

“Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Engkau Dustai” itu lah kalimat yang selalu diulang ulang Om Nur mengingatkan kembali jamaah akan penting mensyukuri. Menurut beliau kemiskinan atau keterbelakangan yang kita hadapi saat ini tak lain karna kita tidak mensyukuri. Loh kok?

“kita diberi akal oleh Tuhan, namun kita tidak memanfaatkanya. Tidak belajar dan tidak bekerja. ‘nikmat tuhan mana lagi yang engkau dustai!!??’

“kita diberi alam yang kaya subur, potongan kayu tertancap saya bisa jadi ubi. ‘Nikmat tuhan mana lagi yang engkau dustai??’”

“Nikmat tuhan mana lagi yang engkau dusatai!!?”

Tidak hanya saya rupanya, banyak penonton melakukan hal yang sama. kata-kata yang sudah sering kami dengar itu menampakkan pesonanya “keren ya, kata-katanya” gumam penonton berbisik. Kata kata “Loh kok?” tadi, sekarang menjadi mungkin.

“maka untuk itu kita harus jujur, sungguh, dan kerja keras”. tambah Om Nur

Sepertinya penonton mulai menemukan titik terang yang disampaikan Ustad tadi. Dan dengan tangan yang gelisah warga yakin bisa lebih baik dari sekarang dengan mensyukuri. Wah super sekali pak Ustad dan Om Nur. Dan setelah Om Nur mengingatkan warganya, tibalah hal yang dinantikan warga. Penyerahan hadiah dari Om Nur. Satu Al Quran dan uang tunai Rp.9juta. hadiah diterima langsung oleh pengurus mesjid dan disaksikan seluruh jamaah yang hadir. Namun tahukah kalian teman teman pembaca. Acara belum habis dan ternyata yang ditunggu-tunggu warga Cupak adalah sesi Tanya jawab dengan Om Nur. Subhanallah…..

Masyarakat cupak memang penuh dengan kejutan. Kami menyesal telah bersalah sangka. Ternyata warga kenagarian cupak adalah warga yang Kritis. Salut deh buat warga Cupak yang gemar bertanya. Insyallah tidak akan tersesat dijalan.

Terkait dengan kata kata keren Om Nur tadi, “nikmat tuhan mana lagi yang engkau dustai!!???” seorang ibuk yang enggan ditanya namanya, berdiri dan bertanya “Bagaimana kalau kami yang ingin berusaha namun tidak punya modal?????”

“Disini ada Bank Nagari kan??? Kami sudah mejalankan program KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang memberikan bantuan modal langsung pada warga tanpa harus adanya jaminan.” ujar Om Nut Wah sudah ada ternyata, kami berniat namun Om Nur sudah berbuat. Lalu apa toh yang salah? kaminya yang nggak update atau sosialisasii programnya ya yang kurang ya??? *hanya tuhan yang tau.

Dan aspirasi berikutnya datang dari bapak “Suprayetno” manusia petani coklat nan enggan dipanggil saudara Om Nur. “kami susah untuk mendapatkan bibit coklat?” Dan ternyata sudah ada lagi. Dana 35 Milyar sudah dinggarkan untuk pengadaan bibit coklat di Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi. Namun entah dimana nyakutnya Om Nur dan Koleganya berjanji akan menyelidiki.

Aspirasi yang ketiga datang dari bapak Dasri. Yang ini lebih mulia lagi. Beliau bersama kelompak ternaknya “SEMAPET PAR” berniat untuk menjadikan Cupak sebagai salah satu sentral ternak sapi di Sumatra Barat. Namun beliau meminta batuan dan bimbingan baik itu secara material dan non material Aspirasi pak Dasri disambut tepuk tangan jemaah dan senyum bangga Om Nur. Untuk memberikan tanggapan bapak gubernur langsung menyuruh beliau untuk langsung menemui bapak kepala Dinas Peternakan Kab.Solok yang kebetulan juga hadir pada saat itu. ternyata niat mulia bapak Dasri dan kawan-kawanya mendapat sambutan positif dari Dinas Pertenakan.Yang insyallah akan membantu terwujudnya hal tersebut. Selain itu ternyata bapak dari dinas peternakan juga berniat untuk mendirikan sebuah pabrik pekan ternak yang berguna untuk mengolah hasil ternak warga.

Untuk pengadaan pengolahan hasih ternak tersebut serta lahan untuk menanam rumput bapak dari dinas Perternakan tersebut juga meminta pak Dasri untuk menemukan lahannya. Bantuan untuk saat ini dinas peternakan juga sudah menyumbangkan 150 sapi untuk tahap I (Pertama) dan nanti 270 sapi untuk tahap II (kedua) yang katanya akan terealisasi setelah lebaran nanti.

Nah ternyata semua aspirasi ditanggapi oleh Om Nur beserta tangan tanganya tanpa beban. Namun warga masih bertanya-tanya, apakah yang terjadi? Kurang sosialisasikah? Kurang update kah? Kurang diperhatikan kah atau… hanya tersusun saat itu saja??? Haaa… jangan negative thingking lagi. Semua program pemerintah selalu berorientasi pada kesejahteraan warga. Untuk itu kita sebagai warga mesti turut mewujudkanya dan mengawasinya.

Salut untuk warga Cupak yang memilikit mobilitas tinggi.memiliki semangat ingin maju yang tinggi.

Semoga sukses.

salam

Albert Rahman Putra (Solok, 31 Oktober 1991) adalah lulusan Jurusan Seni Karawitan, Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Dia adalah pendiri Komunitas Gubuak Kopi dan kini menjabat sebagai Ketua Umum. Albert aktif sebagai penulis di akumassa.org. Pernah terlibat dalam Proyek Seni DIORAMA Forum Lenteng. Ia juga memiliki minat dalam kajian yang berkaitan dengan media, musik, dan sejarah lokal Sumatera Barat.

0 comments

  1. kata kata nyo lah kayak brita dkoran 😀
    lai bg masuak’an ka media??
    ajaan lo tyr nulis brita dih bg 😀

  2. smoga negri kita bisa lebih berkembang lagi dan lebih maju dari sblumnya..
    amien… 😉
    maju SOLOK..

    good luck yaa..

  3. Wah… semoga terwujud impiannya untuk menjadikan Cupak sebagai sentral Ternak yang besar…!!
    warga cupak memang penuh kejutan…
    *buat yang nganggur buruan ikut program Om Nur … program KUR…!!

    Semangat Gubuak Kopi………………!!

  4. tulisan yang bagus…. salud buat teman teman *GubuakKopi* INSYAALLAH MENGINSPIRASI……..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *